Jumat, 04 Juni 2010

FIXED DRUG ERUPTION

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
FIXED DRUG ERUPTION


TUBUH KITA

FIXED DRUG ERUPTION


Fixed drug eruption adalah suatu reaksi pada kulit yang memiliki karakteristik adanya keterlibatan lokasi kulit yang sama pada pengulangan penggunaan obat-obatan yang sama. Daerah kulit yang mengalami kelainan dapat meluas. Fixed drug eruption merupakan suatu reaksi alergi di dalam tubuh, dan biasanya hanya satu macam obat yang menjadi penyebab, namun dapat juga oleh beberapa obat. Ada beberapa variasi FDE yang diklasifikasikan berdasar bentuk klinis dan penyebaran lesi, diantaranya: pigmenting FDE, generalized FDE, linear FDE, wandering FDE, non-pigmenting FDE, bullous FDE, eczematous FDE, dan urticarial FDE.
Fixed drug eruption dapat terjadi pada segala usia, mulai dari usia 1,5 tahun hingga 87 tahun. Insidensi pada wanita sebanding dengan pria. Penyakit ini tidak memiliki predileksi ras manapun. Frekuensi fixed drug eruption sekitar 16-21% dari semua penyakit kulit yang disebabkan oleh erupsi obat. Adapula penelitian yang menyebutkan bahwa dari 200 pasien dengan erupsi obat, didapatkan 61 pasien (30%) mengalami fixed drug eruption, dengan cotrimoxazol menjadi penyebab terseringnya. Hingga saat ini belum pernah ada kematian yang disebabkan oleh fixed drug eruption.
Mekanisme patofisiologi fixed drug eruption belum diketahui secara pasti. Namun penelitian terakhir menyebutkan adanya peran sel mediator yang mengawali munculnya lesi yang aktif. Proses ini meliputi suatu antibodi-dependent dan reaksi sel mediator sitotoksik. Reaksi hipersensitivitas tipe IV, defisiensi enzim, dan hipersensitivitas terhadap zat, dapat menjadi bagian dari proses patofisiologi fixed drug eruption.
Obat-obat yang masuk dianggap sebagai hapten yang berikatan dengan sel basal keratinosit atau dengan melanosit pada lapisan basal epidermis, yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi. Melalui pelepasan sitokin, seperti tumor necrosis factor-alpha, keratinosit mengekspresikan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1). Pengaturan ICAM-1 akan mendorong sel T (CD4 dan CD8) berpindah ke lokasi lesi. Datangnya sel CD8 dan bertahan di lokasi lesi akan menyebabkan kerusakan jaringan yang terus-menerus akibat produk inflamasi, seperti sitokin interferon gamma dan TNF-α. Sel yang diisolasi pada lesi aktif juga mengekspresikan alpha E beta 7, suatu molekul permukaan, seperti CLA/alpha 4 beta 1/CD4a, yang mengikat ICAM-1, yang membantu menarik sel CD8 ke lokasi lesi.
Sel CD4 memproduksi IL-10, yang menekan sistem imun, yang menyebabkan lesi yang terus aktif.  Jika respon inflamasinya sudah hilang, IL-15 yang diekspresikan keratinosit akan membantu mempertahankan sel CD8, yang akan memberikan memori fenotipe. Sehingga ketika paparan obat berulang, respon akan berkembang lebih cepat pada lokasi yang sama.
Penyebab terjadinya fixed drug eruption meliputi antibiotik, antiepileptik, AINS, dan fenotiazin, meskipun zat lain dan makanan tertentu juga dapat menjadi penyebab. Obat-obat AINS, seperti paracetamol, asam mefenamat, naproxen, oxicam, dan derivat pirazolon memiliki predileksi di bibir. Sedangkan sulfonamide dan trimethoprim (cotrimoxazole), penyebab tersering munculnya fixed drug eruption. Masuknya zat ke dalam tubuh dapat melalui berbagai cara, diantaranya melalui oral, rectal, atau intravena.
Keluhan disekitar lesi yang disertai rasa terbakar, demam, malaise, dan gejala abdomen. Adapula gejala lainnya yaitu nyeri, rasa tidak nyaman, dan kadang gatal. Gejala sistemik dapat berupa demam, malaise, mual, diare, anorexia, dan disuria. Lesi paling sering ditemukan di ekstremitas atas, ekstremitas bawah, genital, serta perianal. Namun dapat juga ditemukan pada daerah peroral dan periorbita.
Lesi soliter, makula eritema, plak yang disertai edema, dan bula yang kadang dapat ditemui. Pada awalnya berupa lesi soliter, namun dengan paparan obat yang berulang memunculkan lesi pada lokasi yang sama, dan dapat pula pada lokasi lainnya, dengan ukuran lebih besar atau sama. Lesi bulat/oval, diameter 1cm atau lebih, plakat eritema, hiperpigmentasi, dan dapat disertai edema. Lesi muncul dalam waktu 30 menit sampai 8 jam setelah penggunaan obat, dan mulai memudar dalam 1-2 minggu, namun meninggalkan bekas berwarna coklat, biru tua, atau hitam.
Pemeriksaan histologi pada lesi inflamasi akut menunjukkan terjadinya dermatitis yang berhubungan dengan perubahan vakuola. Pola keseluruhan mirip dengan eritema multiforme. Dyskeratosis dan nekrosis keratinosit pada lapisan epidermis merupakan karakteristik yang khas. Infiltrasi limfosit cukup banyak terdapat pada dermoepidermal junction. Spongiosis, edema dermis, eosinofil, dan netrofil mungkin dapat tampak. Inkontinensia pigmen pada papilla dermis merupakan pola yang khas dan hanya ditemukan pada bentuk lesi non inflamasi pada pasien dewasa. Lesi kronik atau tidak aktif dapat menunjukkan akanthosis mild, dan beberapa sel inflamasi.(Ami Misbah)
             

CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI


GIZI
CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI
Membuat sendiri makanan pendamping ASI ( MP ASI ) untuk bayi kita ?? Apakah tidak repot ? tenang Bunda , asalkan ada kemauan Insya ALLOH Bunda akan mampu membuat sendiri MP ASI dari bahan local di sekitar kita . Keuntungan membuat sendiri MP ASI sangat banyak , selain kita dapat mengontrol bahan dan bumbu yang dimasukkan , juga lebih hygienis dan sehat .   
Untuk membuat MP ASI yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita , diperlukan bahan baku sumber karbohidrat , protein , lemak , vitamin dan mineral . Bahan baku sumber karbohidrat dapat berupa padi-padian / serealia , umbi-umbian , dan pisang . Sumber protein dapat berupa protein nabati dan protein hewani . Sumber protein nabati yang umum digunakan adalah kacang-kacangan , dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu , sedang sumber protein hewani antara lain susu sapi , daging , ikan dan telur .
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pembuatan MP ASI dalam skala rumahtangga adalah mencuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum mengolah makanan . Dan juga selalu memperhatikan kebersihan peralatan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan , setiap saat setelah digunakan peralatan pengolahan harus dicuci sampai bersih . Air yang digunakan pada proses pengolahan dan pencucian  peralatan harus air yang bersih . Selain itu kebersihan lingkungan harus selalu dijaga . Selama pembuatan dan penyajian MP ASI harus dijauhkan dari tempat sampah dan comberan serta dijaga dari lalat , kecoa , tikus dan lain-lain.
Ketika bayi berumur 6 bulan , bunda dapat mulai mengenalkan bubur ASI lebih dahulu , kemudian secara bertahap tingkat kepadatannya mulai ditingkatkan sedikit demi sedikit , yaitu dibuatkan bubur saring , kemudian tim saring, berikutnya tim cincang, lalu nasi tim kemudian nasi lembek . Usahakan bubur saring dibuat dengan cara disaring , tidak diblender , hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan tekstur pada bayi . Untuk membuat bubur saring , jika akan digunakan kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati maka kacang-kacangan tersebut direbus dahulu sampai empuk . Bila menggunakan ikan laut , berikan secara bertahap dari yang paling netral dahulu seperti ikan kakap . Hal ini untuk melihat apakah bayi kita mempunyai bakat alergi , jika tidak bermasalah bisa dilanjutkan dengan jenis ikan laut lainnya yang memang cocok diberikan untuk bayi . Usahakan untuk memperkenalkan sayuran lebih dahulu daripada buah-buahan karena sayuran cenderung lebih langu daripada buah , dikhawatirkan jika bayi lebih dahulu mengenal buah maka ia takkan menyukai sayuran.
Cara pembuatan bubur ASI adalah sebagai berikut :
a)      Pastikan seluruh peralatan bersih , tangan dan bahan yang memungkinkan untuk dicuci harus dicuci terlebih dahulu .
b)      Masak terlebih dahulu air hingga mendidih , kemudian masukkan bahan tepung-tepungan seperti tepung beras , sagu , masak hingga bubur matang . Untuk penambah rasa bisa ditambahkan 5 gram gula pasir
c)       Atau jika tidak menginginkan anak mengenal gula , bubur yang telah matang diturunkan dari api dan biarkan agak sedikit dingin (hangat) kemudian diberi campuran perasan buah seperti jeruk manis , pisang yang sudah dikerok atau papaya yang sudah dihaluskan
d)      Setelah itu masukkan perasan ASI
e)      Bubur ASI siap untuk disajikan
Berikut contoh beberapa jenis resep yang dapat Bunda coba di rumah ;
1.       Jus Pisang-Jeruk

Bahan :
·         100 gram pisang ambon atau pisang raja
·         50 ml air jeruk manis
Cara membuat :
v  Cuci semua alat dan buah yang akan dibuat jus termasuk buah yang berkulit . Kemudian sisir pisang  dengan menggunakan sendok , taruh dalam mangkuk , tambahkan air perasan jeruk manis

2.       Jus Pepaya-Jeruk

Bahan :
·         100 gram pepaya merah , ambil dagingnya
·         50 ml air jeruk manis
Cara membuat :
v  Cuci semua alat dan buah yang akan dibuat jus termasuk buah yang berkulit . Kemudian haluskan daging papaya dengan diparut atau disisir dengan sendok , tambahkan perasan air jeruk. Segera berikan pada bayi dengan menggunakan sendok kecil .

3.       Bubur  Susu Saus Pepaya

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan tepung beras merah / putih
·         100 ml air
·         200 cc ASI
·         50 gram papaya halus
Cara membuat :
v  Didihkan air , masukkan tepung beras , aduk-aduk supaya tidak menggumpal , masak hingga bubur matang . Kemudian turunkan bubur dari api / kompor , biarkan agak sedikit dingin atau bila sudah terasa tidak panas lagi (hangat) , kemudian masukkan  ASI . Sajikan bubur dengan dituangi papaya halus , suapkan pada bayi selagi masih hangat .

4.       Bubur  Saring Sayuran

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan beras
·         10 gram bayam / daun ketela / daun katuk / daun sawi , iris tipis-tipis
·         250 ml atau 1 gelas air kaldu
·         1 batang daun bawang , iris kecil-kecil
·         1 sendok makan margarine / minyak goring


Cara membuat :
v  Cuci beras , masukkan dalam air kaldu  , aduk-aduk sampai menjadi bubur , setelah matang masukkan irisan bayam dan daun bawang , segera angkat sebelum bayam atau sayuran berubah warna , masukkan margarine / minyak selagi masih panas kemudian haluskan bubur dengan saringan .

5.       Bubur  Sayuran Hati Ayam

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan beras atau 1 butir kentang dipotong-potong
·         10 gram atau 1 potong tempe / tahu
·         10 gram daun bayam iris tipis-tipis
·         5 gram wortel yang sudah diparut atau dipotong halus
·         ¼ hati ayam (diseduh dulu dengan air panas , ditumbuk kasar)
·         1 sendok makan margarine / minyak goreng

Cara membuat :
v  Cuci beras , masukkan dalam air kaldu  , aduk-aduk sampai menjadi bubur , setelah hampir matang masukkan hati ayam kemudian parutan wortel kemudian irian bayam , segera angkat sebelum bayam atau sayuran berubah warna , masukkan margarine / minyak selagi masih panas . ( Resep ini juga bisa dijadikan bubur saring , tinggal disaring saja) (dr. Mety Dewi Astuti)

ANEKA MACAM TABLET

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
ANEKA MACAM TABLET


INFO OBAT

ANEKA MACAM TABLET


Sering kali saat kita atau salah satu anggota keluarga kita sakit mendapatkan obat dalam bentuk sediaan berupa tablet. Obat bebas pun juga tidak sedikit yang tersedia dalam bentuk tablet. Selain karena lebih ringkas dan mudah dibawa, sediaan ini dirasa lebih efektif dan efisien baik dalam hal produksi, pengemasan maupun pengujian.

Tablet menurut pengertiannya merupakan sediaan padat, yang dibuat secara kempa-cetak, berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan.

Terdapat beragam jenis dan bentuk sediaan tablet yang dapat kita peroleh saat menebus obat di apotek. Masing-masing memiliki jenis dan tujuan tertentu dalam mencapai efek terapinya. Diantaranya sebagai berikut :
1.    Tablet kempa, yaitu tablet yang penggunaannya langsung ditelan. Proses absorbsi akan berlangsung saat tablet memasuki lambung.
2.    Tablet kunyah (chewable), yaitu tablet yang penggunaanya dikunyah terlebih dahulu baru ditelan. Tujuannya untuk memperoleh partikel yang halus dan memudahkan penyerapan atau menetralkan kelebihan asam. Contohnya tablet antasida.
3.    Tablet efervesen yaitu tablet yang penggunaannya harus dilarutkan dulu dalam air dan akan mengeluarkan gas CO2. Tujuannya untuk mempermudah pasien dalam mengkonsumsi obat serta bertujuan memberikan efek penyegar.
4.    Tablet salut. Ada beberapa jenis tablet salut, yaitu;
    1. Tablet salut gula, tujuan disalut untuk menutupi rasa tidak enak pada obat
    2. Tablet salut tekan, tujuan disalut untuk memperbaiki tekstur obat agar baik pada saat pelepasannya di dalam tubuh.
    3. Tablet salut film, tujuan disalut untuk memperbaiki tekstur obat agar terjaga sifat fisika kimianya.
    4. Tablet salut enterik, tujuan disalut untuk menghindari terjadinya iritasi pada lambung atau perusakan terhadap obatnya oleh isi lambung dan dimaksudkan pula agar obat bekerja pada usus
*Semua jenis tablet salut tidak diperkenankan untuk digerus menjadi sediaan serbuk, karena akan menghilangkan efek yang diinginkan. Jika pasien yang sukar menelan tablet memperoleh obat berupa tablet salut (seperti pasien anak-anak atau lanjut usia, disarankan untuk diganti dengan bentuk sediaan yang lainnya, seperti sirup atau tablet kempa)
5.    Tablet untuk vagina yaitu tablet yang digunakan untuk pengobatan local di vagina. Berbentuk seperti amandel, oval. Biasanya digunakan untuk anti infeksi, anti fungi, penggunaan hormone secara local.
6.    Lozenges, trochisci, digunakan untuk efek local di mulut dan di tenggorokan dengan cara dihisap, umumnya digunakan sebagai anti infeksi.
7.    Tablet bukal, digunakan dengan cara dimasukkan diantara pipi dan gusi dalam rongga mulut, biasanya berisi hormone steroid, adsorbs terjadi melalui mukosa mulut masuk peredaran darah.
8.    Tablet sublingual, digunakan dengan jalan dimasukkan di bawah lidah, biasanya berisi hormone steroid. Adsorbsi terjadi melalui mukosa di bawah lidah.
9.    Tablet implantasi, berupa pellet, bulat atau oval pipih, steril dimasukkan secara implantasi dalam kulit badan.

Diantara zat tambahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu tablet antara lain;
  1. Zat pengisi, dimaksudkan untuk memperbesar volume tablet. Biasanya digunakan Sacharum lactis, Amylum Manihot, Calcii Phoshas, Calcii carbonas, dan zat lain yang cocok.
  2. Zat pengikat dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Biasanya yang digunakan adalah mucilage gummi arabici 10-20% (panas), larutan metilselulosa 5%
  3. Zat penghancur, dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Biasanya yang digunakan adalah amylum manihot kering, Gelatin, Agar-agar, Natrium Alginat.
  4. Zat pelicin, dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan. Biasanya digunakan Talcum 5%, Magnesii Stearas, Acidum Stearinicum.

Dalam pembuatan tablet, zat berkhasiat, zat-zat lain kecuali zat pelicin dibuat granul (butiran kasar), karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan tablet dengan baik maka dibuat granul agar mudah mengalir mengisi cetakan serta menjaga agar tablet tidak retak.

Demikian sedikit gambaran mengenai aneka macam sediaan tablet. Keberagaman bentuknya sangat mempengaruhi bahan tambahan yang digunakan. Obat yang sama dapat dibuat menjadi tablet dengan jenis berbeda dengan bahan tambahan yang berbeda pula tentunya. Karenanya perhatikan baik-baik saat anda memperoleh obat dengan sediaan tablet. Pastikan anda meminumnya dengan cara yang benar. Karena jika salah cara meminumnya akan memberikan efek terapi yang tidak sesuai dengan tujuan.

Wallohu a`lam.

Kamis, 03 Juni 2010

Anjuran Makanan Untuk Buah Hati

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
Anjuran Makanan Untuk Buah Hati


ANAK SEHAT
Anjuran Makanan Untuk Buah Hati
 Kehadiran seorang bayi mungil merupakan kebahagiaan tersendiri . Ayah-bunda lengkapilah rasa kebahagiaan itu dengan tetap mencari pengetahuan yang memadai agar amanah tersebut dapat mencapai tumbuh kembangnya secara maksimal dari sisi jasmani maupun rohani . Dari sisi jasmani , maka pertumbuhan badannya perlu ditopang dengan pemberian makanan yang adekuat . Pemberian ASI Eksklusif , sejak usia berapa sebaiknya diberi makanan pendamping ASI ,dan makanan apakah yang tepat untuknya hingga remaja nanti?
 Bayi baru Lahir sampai umur 6 bulan
 Bayi mulai disusukan sedini mungkin , langsung setelah lahir . Mintalah petugas paramedic yang membantu persalinan untuk segera melakukan IMD ( Inisiasi Menyusu Dini) . Waktu dan lamanya menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on demand) . Hindarkanlah pemberian makanan tambahan seperti air , larutan glukosa dan makanan prelakteal lainnya . Bayi akan merasa lapar dan menangis terus bila asupan ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan .
 Untuk mengawasi pertumbuhan , bayi perlu ditimbang secara berkala yaitu bila mungkin dilakukan setiap hari pada 2 minggu pertama , selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama , kemudian setiap 2 minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan . Pada umur 0-6 bulan , bayi cukup diberi ASI secara eksklusif tanpa tambahan apapun , kemudian setelah bayi berumur 6 bulan , mulai diberikan makanan tambahan  atau lazim disebut Makanan Pendamping ASI ( MP ASI).
Mungkin timbul pertanyaan mengapa MP ASI ini diberikan pada usia bayi menginjak 6 bulan ke atas , mengingat kebiasaan di Indonesia , bayi mulai diberikan makanan tambahan di usia bayi mulai 4 bulan . Pemberian MP ASI minimal usia 6 bulan ini dikarenakan pencernaan bayi pada usia sebelumnya belum sempurna , bila dipaksa dapat menyebabkan sakit karena pemberian makanan yang terlalu cepat , lagipula kekebalan terhadap bakteri masih rendah dan bisa tercemar melalui makanan , alat , dan cara pengolahan makanan yang kurang hygienis.
 Berikut adalah tanda-tanda bayi sudah siap diberi MP ASI : 
§        Berusia 6 bulan
§        Berat badan sudah mencapai 2-3 kali lipat dari berat bayi saat lahir
§        Kemampuan makanannya sudah mulai terlihat seperti dapat mengendalikan lidahnya dengan baik
§        Terlihat mulai tertarik dengan apa yang orang lain makan
§        Dapat duduk dan tumbuh gigi 

MP ASI untuk bayi sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Ø  Nilai energi dan proteinnya tinggi
Ø  Memiliki nilai suplementasi yang baik , mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup
Ø  Dapat diterima dengan baik , yaitu disukai , dibutuhkan dan terjangkau , memenuhi nilai social ekonomi , budaya , dan agama serta berakar pad tradisi yang baik
Ø  Harga murah
Ø  Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara local
Ø  Aman dikonsumsi yaitu bebas dari gangguan bakteri , bebas racun dan bahan-bahan berbahaya lainnya .   
MP ASI sangat berbeda dengan makanan untuk orang dewasa , sehingga MP ASI sebaiknya tidak boleh mengandung bumbu-bumbu , tidak boleh terlalu asin , tidak juga ditambah bumbu masak , rempah atau zat pewarna karena usus dan ginjal bayi belum kuat menerimanya . Bayi tidak kuat menerima merica , sambal dan makanan yang berserat kasar . Bayi juga belum kuat menerima minuman ringan (soft drink) maupun kopi atau makanan yang beralkohol . Untuk buah-buahan , sebaiknya bayi tidak diberikan buah yang masam , nanas dan sirsak tidak boleh diberikan pada bayi temasuk juga cempedak , durian ataupun nangka . 
Bayi Umur 6-12 bulan
 Untuk kelompok umur ini , diberikan tahapan MP ASI sesuai dengan umur seperti dalam table berikut : 
NO
USIA
TEKSTUR MP ASI
1
6-7 bulan
  1. Bubur susu yang sangat encer , dari bahan makanan pokok dicampur dengan ASI pada saat akan disajikan
  2. Bubur susu dari bahan pokok dicampur dengan sayuran dan ASI , agak sedikit kental
  3. Bubur susu dari bahan pokok dicampur dengan buah dan ASI
2
7-8 bulan
  1. Bubur saring dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah
  2. Bubur saring dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah dan ikan / daging
3
8-9 bulan
Bubur saring kasar ( bubur blender agak kasar) dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah dan ikan / daging
4
9-12 bulan
Nasi tim cincang dari berbagai bahan
5
> 12 bulan
Nasi tim / nasi lembek dan mulai dikenalkan dengan makanan keluarga

Tips pemberian MP ASI  
  1. Berikan secara hati-hati dan sedikit demi sedikit dari bentuk yang paling encer dan berangsur-angsur ke bentuk yang lebih kental
  2. Makanan baru diperkenalkan satu persatu dengan memperhatikan bahwa makanan dapat diterima dengan baik
  3. Makanan yang mudah menimbulkan alergi , biasanya berasal dari sumber protein hewani diberikan terakhir . Berikan terlebih dahulu tepuing-tepungan , sayur-sayuran , buah-buahan baru kemudian telur dan daging
  4. Cara memberikan makanan bayi sangat mempengaruhi emosionalnya , oleh karena itu sebaiknya jangan dipaksakan dan berikan saat bayi lapar .
  5. Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi ( missal sisa makan siang disimpan kemudian diberikan lagi pada waktu makaan berikutnya ) , oleh karena itu selalu ambil porsinya sedikit saja sesuai dengan kebutuhan bayi.

Terkadang Bunda merasa ragu apakah asupan makanan yang diterima oleh buah hati sudah cukup dan bagaimana cara mengetahuinya ? Nah , bunda dapat menilai sendiri kecukupan makanan yang diterima dari indicator sebagai berikut : 
  1. Bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah menyusu
  2. Ibu merasakan perubahan ketegangan pada payudara sebelum dan sesudah menyusukan dan merasakan aliran ASI yang cukup deras atau banyak selama menyusu
  3. Berat badan sewaktu lahir telah tercapai kembali sekurang-kurangnya pada akhir minggu kedua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan yang lebih dari 10 %
  4. Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan , yaitu menunjukkan kenaikan berat badan , biasanya pada waktu buah hati berumur 4-5 bulan berat badan menjadi 2 kali lipat berat badan waktu lahir dan menjadi 3 kali lipat pada umur 1 tahun.
  5. Untuk MP ASI , bila bayi tidak menghabiskan hidangan yang disediakan , mungkin berarti bahwa bayi telah cukup mendapat MP ASI dan demikian pula sebaliknya , apabila bayi dapat menghabiskan hidangan yang disediakan tersebut mungkin telah cukup , tetapi mungkin juga masih kurang sehingga hidangan selanjutnya perlu diperbanyak terutama jika bayi masih menangis atau belum puas.
  
Pengaturan Makan Untuk Anak di atas 1 tahun 
Dalam hal ini , anak dikelompokkan sebagai berikut : 
a)      Golongan umur 1-3 tahun ( anak prasekolah)
b)      Golongan umur 4-6 tahun (anak sekolah)
c)      Golongan umur 6-12 tahun (anak sekolah)
d)     Golongan umur 12-18 tahun (remaja) 
Di antara golongan umur tersebut terdapat perbedaan mengenai kebutuhan nutrient , kemampuan menerima makanan , kecepatan tumbuh , aktifitas . Akan tetapi pada umumnya kepada mereka telah dapat diberikan jadwal waktu makan yang serupa , yaitu 3 kali makan dan di antaranya dapat diberikan makanan kecil / snack. 
Yang dimaksud dengan makan untuk golongan umur tersebut adalah makan hidangan yang dianjurkan terdiri dari : 
a)      Makanan pokok , yaitu sumber kalori , misalnya roti , nasi , jagung , ketela , sagu , ubi jalar
b)      Lauk pauk yang terdiri dari :
·         Sumber protein hewani : telur , daging , ikan
·         Sumber protein nabati : kacang-kacangan seperti kacang kedelai , kacang hijau , kacang merah ; sayuran hijau atau berwarna misalnya bayam , tomat , wortel ; bahan makanan yang telah diproses lebih dulu misalnya tahu atau tempe.
c)      Buah-buahan , sumber vitamin C dan vitamin A , misalnya jeruk , pisang , papaya.
d)     Tambahan susu 2 kali sehari yaitu 250 ml sekali minum
e)      Waktu makan lazim disebut dengan makan pagi , makan siang dan makan malam . Waktu makan untuk makanan kecil / snack adalah jam 11.00 , dan jam 16.00 . Snack ini misalnya dapat berupa kue kering , biscuit , kroket , lemper dan lain lain. 
I.      Golongan Umur 1-3 tahun

Dalam rentang umur 2-2,5 tahun gigi susu telah lengkap , akan tetapi belum dapat digunakan untuk mengerat dan mengunyah makanan yang keras . Terutama untuk golongan umur 1-2 tahun masih perlu diberikan nasi tim atau nasi lembek walaupun tidak perlu disaring , sudah boleh diajari mencoba , mencicipi makanan yang lunak , tidak pedas , dan tidak merangsang. Diharapkan di rentang umur ini mereka sudah belajar makan sendiri , walaupun akan menimbulkan kekotoran dan tidak rapi . Makanan yang tidak disukai tidak perlu dipaksakan karena akibatnya anak akan menjadi antipasti dan mungkin akan terus menolaknya . Sayuran selalu perlu dianjurkan walaupun sering anak belum dapat menyukainya . Makanan yang disukainya biasanya yang manis-manis misalnya coklat , permen , es krim ,. Perlu diperhatikan agar pemberian gula-gula atau permen yang terlalu banyak mengandung caramel dihindarkan atau sangat dibatasi untuk mencegah karies / gigi berlubang . Sehubungan dengan karies ini , maka Bunda mulai mendisiplinkan anak untuk menggosok gigi . Demikian pula dengan toilet training perlu dimulai agar evakuasi sisa makanan dilakukan secara teratur untuk mempermudah kelancaran pemberian makan karena konstipasi dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun .
  
II.    Golongan Umur 4-6 tahun

Dalam kelompok umur ini , pertumbuhan lambat , aktivitas mulai banyak ,tetapi masih rawan terhadap penyakit infeksi dan gizi . Mereka lebih menyukai makanan yang manis , misalnya coklat , es krim , permen , sehingga sering terjadi karies . Bunada perlu mengajari mereka nilai gizi dan makanan sehingga mereka akan dapat memilih sendiri makanan yang bergizi untuk mereka . Sebagian mungkin ada yang sudah masuk ke sekolah taman kanak-kanak sehingga selain sudah mempunyai banyak teman bermain, mereka juga biasanya telah mendapatkan pendidikan dan latihan tentang memilih makanan , arti vitamin , cara makan yang baik , dan belajar menggosok gigi yang benar .

III. Golongan Umur 7-12 tahun

Gigi susu berangsur-angsur mulai tanggal dan kemudian gigi permanen mulai lengkap . Bunda perlu memperhitungkan kalori yang dibutuhkan karena mereka lebih banyak melakukan aktivitas jasmani di luar rumah , dan kadang melupakan waktu makan , tetapi mereka sudah dapat jajan di luar rumah sehingga bisa berakibat gangguan pencernaan . Bunda tak perlu khawatir karena mereka sudah cukup mempunyai daya tahan terhadap penyakit gizi dan infeksi . Biasakan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah untuk mencegah hipoglikemia . Pada umur kira-kira 10 tahun telah mulai terdapat perbedaan antara anak pria dan wanita . Biasanya anak wanita telah mulai dengan pertumbuhan pubertas sedangkan anak pria lebih lambat yaitu pada umur 12-13 tahun.

IV. Golongan Umur 13-18 tahun

Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan aktivitas jasmani tinggi , karena kecepatan pertumbuhan remaja yang sangat pesat serta pertumbuhan dan perkembangan alat kelamin sekunder . Komposisi jaringan tubuh yang berbeda dibentuk leh pria dan wanita .Remaja pria membentuk lebih banyak jaringan otot sedangkan remaja wanita biasanya lebih banyak membenttuk jaringan lemak . Mereka umumnya mempunyai nafsu makan yang baik kadang terpaksa jajan atau mencari tambahan makanan di luar waktu makan walaupun telah makan cukup banyak . Akan tetapi remaja wanita mungkin telah mempunyai perasaan kuatir menjadi gemuk sehingga mereka mengurangi makan untuk menjadi langsing . perlu cukup masukan protein , besi dan nutrient lain untuk menghindarkan defisiensi dan pertumbuhan yang kurang sehingga akibatnya tinggi maksimal tidak tercapai sesuai potensi yang ada. (dr. Mety Dewi Astuti)

Sumber : 
·         Ilmu Kesehatan Anak FKUI
·         Pemberian ASI dan MP ASI , Yayasan KAKAK

Rabu, 02 Juni 2010

TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I


Ibu Sehat
TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I
Minggu ke-6
Jika ibu mulai merasa moody (sedih di satu waktu dan bahagia di waktu berikutnya), hal tersebut wajar terjadi dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi. Perdarahan berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal kehamilan, namun berhati-hatilah karena bercak atau flek perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari keguguran atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Periksakan apabila bercak perdarahan tersebut berlanjut.
Jika ibu mulai sering merasa kelelahan, maka latihan fisik sedang atau olahraga disarankan untuk meningkatkan energi. Cobalah untuk berjalan-jalan pagi. Sering berkemih atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda umum kehamilan.
Tips : Hubungi petugas kesehatan bila terjadi :
Terkadang didapatkan beberapa tanda-tanda yang mengancam nyawa janin dan berbahaya bagi Ibu, tanda-tanda tersebut diantaranya adalah :
  • Perdarahan atau bercak dari vagina
  • Nyeri perut tiba-tiba dan berkelanjutan
  • Rembesan cairan dari vagina
  • Muntah terus menerus (Hiperemesis Gravidarum)
  • Nyeri berkemih
  • Sakit kepala hebat dan terus menerus
  • Gangguan penglihatan pada mata
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki

Minggu ke-7
Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning sickness, disarankan Ibu mengurangi makan makanan berlemak, banyak minum cairan, frekuensi makan ditingkatkan namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari), istirahat teratur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin prenatal. Bila gejala mual dan muntah Ibu semakin meningkat, kehilangan berat badan, atau dehidrasi (kekurangan cairan), maka kemungkinan Ibu mengalami hiperemesis gravidarum. Segera periksakan kehamilan Ibu.
Produk susu sangat penting di masa kehamilan karena banyak mengandung kalsium yang berguna untuk pertumbuhan gigi dan tulang embrio. Mulailah mengkonsumsi susu atau produk susu. Bila Ibu ingin tetap menjaga kalori yang masuk, maka susu rendah lemak menjadi pilihan, kandungan kalsium tidak akan terpengaruh pada produk susu rendah lemak. Vitamin prenatal juga sebaiknya dikonsumsi oleh Ibu hamil. Vitamin prenatal mengandung kalsium, tembaga, asam folat, yodium, zinc, dan vitamin A, B, C, D, E.  Vitamin ini akan lebih baik dikonsumsi ketika sedang makan atau di malam hari.
Selama kehamilan, tidak ada larangan untuk berhubungan seksual dengan pasangan selama tidak ditemukan masalah dengan kehamilan. Namun bila istri sedang tidak tertarik untuk berhubungan intim, jangan jadikan ini sebuah masalah. Hasrat seksual ibu hamil umumnya akan kembali normal, bahkan meningkat ketika keluhan kehamilan berkurang yaitu sekitar trimester kedua. Dengarkan keluhannya dan selalu perhatikan dia.
Minggu ke-8
Jangan kaget apabila ukuran bra Ibu bertambah 1-2 ukuran lebih besar, terutama bila ini adalah embrio pertama. Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar jeruk. Jangan berdiet selama kehamilan. Ibu harus meningkatkan berat badan sekarang karena akan berbahaya bagi janin bila Ibu mengurangi berat badan.
Vitamin prenatal sebaiknya tetap Ibu konsumsi. Meskipun Ibu mengkonsumsi vitamin prenatal, Ibu juga harus tetap mengkonsumsi makanan bergizi yang berasal dari makanan. Sumber zat gizi makanan dapat dilihat di tabel di bawah ini.
Zat Gizi
Sumber Makanan
Protein (71 gram)
Daging, telur, produk susu, kacang, produk kedelai (tahu)
Kalsium (1200 mg)
Produk susu, sayuran berdaun hijau, tahu, kacang
Asam Folat (0,4 mg)
Hati, telur, brokoli, kacang, jeruk, padi-padian, buncis
Zat Besi (30 mg)
Hati, unggas, ikan , daging, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang, buah kering
Magnesium (320 mg)
Coklat, seafood, buncis, kacang, padi-padian
Vitamin B6 (2,2 mg)
Hati, padi-padian, daging
Vitamin E (10 mg)
Ikan, telur, susu, daging, sereal
Zinc (15 mg)
Seafood, susu, kacang, daging, buncis

Tips : Hati – hati keguguran
Hati-hati terhadap risiko keguguran pada trimester pertama. Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia Ibu dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh),  dan penyakit dari ibu. Apabila Ibu merasakan nyeri perut bagian bawah, keram pada rahim, perdarahan dari vagina, dan keluarnya embrio dari dalam rahim maka segera periksakan.
Minggu ke-9
Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul minggu ini, meskipun Ibu masih belum terlihat jelas sedang hamil. Apabila Ibu sering buang air kecil, maka kurangi konsumsi kafein yang terkandung di dalam kopi dan teh, namun jangan mengurangi asupan cairan secara keseluruhan.
Selama hamil, volume darah akan meningkat sekitar 50%. Peningkatan volume darah ini penting untuk memenuhi kebutuhan rahim yang sedang berkembang dan melindungi Ibu dan bayi dari efek yang membahayakan ketika Ibu berbaring atau berdiri. Peningkatan volume darah ini juga berfungsi sebagai pelindung selama persalinan karena kemungkinan banyaknya kehilangan darah.
Peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan akan terbagi atas :
·        3,5 kg untuk janin
·        3,5 kg untuk simpanan Ibu (lemak, protein, nutrisi lain)
·        2 kg untuk peningkatan volume cairan
·        1 kg untuk pembesaran payudara
·        1 kg untuk rahim
·        1 kg untuk cairan amnion
·        0,75 kg untuk plasenta
Total dari semua peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan ini adalah sekitar 12 – 13 kg.
Tips : Gizi kehamilan
Untuk  gizi selama kehamilan, sebaiknya Ibu setiap hari makan 1 atau 2 buah yang kaya akan vitamin C dan minimal 1 kali sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua untuk zat besi ekstra, serat, dan asam folat. Makanlah daging merah sebagai sumber dari zat besi. Berhati-hatilah selalu akan makanan yang Ibu makan, beberapa jenis makanan dapat mengandung bakteri yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Minggu ke-10
Minggu ini plasenta sudah mulai berfungsi mengatur hormonal embrio. Karena hal inilah maka gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai menurun. Meskipun begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan emosional atau mood yang naik turun pada Ibu hamil. Jangan heran bila tiba-tiba Ibu merasa sedih atau depresi, dan di menit berikutnya Ibu merasa baik-baik saja dan sangat bahagia.
Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu mungkin merasakan bahwa pakaian atau baju sehari-hari mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk mengatasi hal tersebut, pakailah celana yang memiliki karet elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru yang nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran), dan pakailan pakaian yang longgar.
 Tips : Olahraga selama kehamilan
Olahraga seperti berenang dan berjalan setiap hari selama 30 menit  adalah pilihan tepat di kala hamil. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otot, tonus otot, dan ketahanan tubuh-tiga kualitas yang dapat membantu Ibu selama 9 bulan kehamilan, membantu mengurangi stress saat melahirkan, dan membuat pembentukan tubuh setelah melahirkan menjadi lebih mudah.
Minggu ke-11
Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan merasa lebih nyaman dan dapat makan tanpa diiringi rasa mual. Plasenta yang sempurna dan pertumbuhan kelenjar akan mengambil alih produksi hormon. Ibu dapat fokus ke hal lain yaitu peningkatan berat badan Ibu dan janin yang signifikan di trimester kedua.
Jangan khawatir apabila kondisi mual trimester pertama membuat Ibu tidak bisa makan. Pada 3 bulan pertama, kenaikan berat badan Ibu memang berkisar 1 - 2,5 kg. Nafsu makan Ibu akan kembali setelah fase ini terlampaui dan selanjutnya kenaikan berat badan Ibu berkisar 0,5 kg/minggu. Namun saat ini bukan berarti Ibu boleh makan tidak terkontrol, makan terus menerus tanpa memperhatikan gizi tidak akan ada manfaat bagi janin. Pilihlah makanan yang bergizi seperti sayuran, gandum, dan ikan. Nutrisi yang baik sangat berpengaruh di dalam perkembangan otak dan tubuh janin.
Ibu dapat mencegah terjadinya sakit kepala dengan makan teratur, tingkatkan asupan cairan, istirahat dan tidur teratur, serta hindari  stres.
Tips : Hindari makanan berbahaya
Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sewaktu hamil meliputi susu yang tidak dipasteurisasi. Daging dan seafood yang tidak dimasak matang karena mengandung listeriosis yang membahayakan janin. Ikan yang mengandung banyak merkuri sepertu hiu dan makarel, serta telur yang tidak dimasak matang. Minuman yang dihindari adalah alkohol, batasi konsumsi kafein. Hati-hati juga mengkonsumsi makanan yang mengandung kafein seperti teh, kola, dan coklat.
Tips : Memakai sabuk pengaman:
Letakkan sabuk pengaman di bawah perut Anda dan menyilang paha bagian atas Anda. Pasanglah senyaman mungkin. Tali pengaman bahu juga dipasang senyaman mungkin. Letakkan posisi tali pengaman bahu di antara payudara Anda.
Minggu ke-12
Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di bawah tulang kemaluan. Dari ukuran yang sangat kecil, rahim Ibu sekarang berdiameter 12-14 cm, sebesar bola kasti. Rahim Ibu akan perlahan-lahan membesar sekitar 1 cm setiap minggunya. Pada saat melahirkan, rahim Ibu akan berdiameter sekitar 37 – 42 cm. Berat rahim Ibu akan meningkat dari 70 gram  sebelum kehamilan menjadi hampir 1100 gram ketika melahirkan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik dan lebih nyaman bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat.
Ibu disarankan untuk menjaga kebersihan dari giginya dengan cara menggosok gigi dan berkumur setelah makan. Hal ini dikarenakan kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga dapat mengakibatkan penyakit gingivitis dan periodontitis. Kesehatan rongga mulut dan gigi yang tidak terjaga dapat menjadi sumber infeksi yang berkaitan dengan kelahiran prematur dan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Tips : Latihan Kegel
Sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan latihan Kegel. Kegel dapat menguatkan otot dasar panggul, tonus vagina, dan area perineum. Lakukan minimal 25x/hari. Kontraksikan otot yang berada di sekitar vagina Ibu dan tahan 8 – 10 detik. Berlatihlah menghentikan proses berkemih ketika di kamar mandi bila Ibu tidak yakin Ibu melakukan latihan Kegel secara benar.(Yuyun Triani, S.ST, M. Kes))