Jumat, 04 Juni 2010

CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI


GIZI
CARA PRAKTIS MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI
Membuat sendiri makanan pendamping ASI ( MP ASI ) untuk bayi kita ?? Apakah tidak repot ? tenang Bunda , asalkan ada kemauan Insya ALLOH Bunda akan mampu membuat sendiri MP ASI dari bahan local di sekitar kita . Keuntungan membuat sendiri MP ASI sangat banyak , selain kita dapat mengontrol bahan dan bumbu yang dimasukkan , juga lebih hygienis dan sehat .   
Untuk membuat MP ASI yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita , diperlukan bahan baku sumber karbohidrat , protein , lemak , vitamin dan mineral . Bahan baku sumber karbohidrat dapat berupa padi-padian / serealia , umbi-umbian , dan pisang . Sumber protein dapat berupa protein nabati dan protein hewani . Sumber protein nabati yang umum digunakan adalah kacang-kacangan , dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu , sedang sumber protein hewani antara lain susu sapi , daging , ikan dan telur .
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pembuatan MP ASI dalam skala rumahtangga adalah mencuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum mengolah makanan . Dan juga selalu memperhatikan kebersihan peralatan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan , setiap saat setelah digunakan peralatan pengolahan harus dicuci sampai bersih . Air yang digunakan pada proses pengolahan dan pencucian  peralatan harus air yang bersih . Selain itu kebersihan lingkungan harus selalu dijaga . Selama pembuatan dan penyajian MP ASI harus dijauhkan dari tempat sampah dan comberan serta dijaga dari lalat , kecoa , tikus dan lain-lain.
Ketika bayi berumur 6 bulan , bunda dapat mulai mengenalkan bubur ASI lebih dahulu , kemudian secara bertahap tingkat kepadatannya mulai ditingkatkan sedikit demi sedikit , yaitu dibuatkan bubur saring , kemudian tim saring, berikutnya tim cincang, lalu nasi tim kemudian nasi lembek . Usahakan bubur saring dibuat dengan cara disaring , tidak diblender , hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan tekstur pada bayi . Untuk membuat bubur saring , jika akan digunakan kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati maka kacang-kacangan tersebut direbus dahulu sampai empuk . Bila menggunakan ikan laut , berikan secara bertahap dari yang paling netral dahulu seperti ikan kakap . Hal ini untuk melihat apakah bayi kita mempunyai bakat alergi , jika tidak bermasalah bisa dilanjutkan dengan jenis ikan laut lainnya yang memang cocok diberikan untuk bayi . Usahakan untuk memperkenalkan sayuran lebih dahulu daripada buah-buahan karena sayuran cenderung lebih langu daripada buah , dikhawatirkan jika bayi lebih dahulu mengenal buah maka ia takkan menyukai sayuran.
Cara pembuatan bubur ASI adalah sebagai berikut :
a)      Pastikan seluruh peralatan bersih , tangan dan bahan yang memungkinkan untuk dicuci harus dicuci terlebih dahulu .
b)      Masak terlebih dahulu air hingga mendidih , kemudian masukkan bahan tepung-tepungan seperti tepung beras , sagu , masak hingga bubur matang . Untuk penambah rasa bisa ditambahkan 5 gram gula pasir
c)       Atau jika tidak menginginkan anak mengenal gula , bubur yang telah matang diturunkan dari api dan biarkan agak sedikit dingin (hangat) kemudian diberi campuran perasan buah seperti jeruk manis , pisang yang sudah dikerok atau papaya yang sudah dihaluskan
d)      Setelah itu masukkan perasan ASI
e)      Bubur ASI siap untuk disajikan
Berikut contoh beberapa jenis resep yang dapat Bunda coba di rumah ;
1.       Jus Pisang-Jeruk

Bahan :
·         100 gram pisang ambon atau pisang raja
·         50 ml air jeruk manis
Cara membuat :
v  Cuci semua alat dan buah yang akan dibuat jus termasuk buah yang berkulit . Kemudian sisir pisang  dengan menggunakan sendok , taruh dalam mangkuk , tambahkan air perasan jeruk manis

2.       Jus Pepaya-Jeruk

Bahan :
·         100 gram pepaya merah , ambil dagingnya
·         50 ml air jeruk manis
Cara membuat :
v  Cuci semua alat dan buah yang akan dibuat jus termasuk buah yang berkulit . Kemudian haluskan daging papaya dengan diparut atau disisir dengan sendok , tambahkan perasan air jeruk. Segera berikan pada bayi dengan menggunakan sendok kecil .

3.       Bubur  Susu Saus Pepaya

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan tepung beras merah / putih
·         100 ml air
·         200 cc ASI
·         50 gram papaya halus
Cara membuat :
v  Didihkan air , masukkan tepung beras , aduk-aduk supaya tidak menggumpal , masak hingga bubur matang . Kemudian turunkan bubur dari api / kompor , biarkan agak sedikit dingin atau bila sudah terasa tidak panas lagi (hangat) , kemudian masukkan  ASI . Sajikan bubur dengan dituangi papaya halus , suapkan pada bayi selagi masih hangat .

4.       Bubur  Saring Sayuran

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan beras
·         10 gram bayam / daun ketela / daun katuk / daun sawi , iris tipis-tipis
·         250 ml atau 1 gelas air kaldu
·         1 batang daun bawang , iris kecil-kecil
·         1 sendok makan margarine / minyak goring


Cara membuat :
v  Cuci beras , masukkan dalam air kaldu  , aduk-aduk sampai menjadi bubur , setelah matang masukkan irisan bayam dan daun bawang , segera angkat sebelum bayam atau sayuran berubah warna , masukkan margarine / minyak selagi masih panas kemudian haluskan bubur dengan saringan .

5.       Bubur  Sayuran Hati Ayam

Bahan :
·         20 gram atau 1 sendok makan beras atau 1 butir kentang dipotong-potong
·         10 gram atau 1 potong tempe / tahu
·         10 gram daun bayam iris tipis-tipis
·         5 gram wortel yang sudah diparut atau dipotong halus
·         ¼ hati ayam (diseduh dulu dengan air panas , ditumbuk kasar)
·         1 sendok makan margarine / minyak goreng

Cara membuat :
v  Cuci beras , masukkan dalam air kaldu  , aduk-aduk sampai menjadi bubur , setelah hampir matang masukkan hati ayam kemudian parutan wortel kemudian irian bayam , segera angkat sebelum bayam atau sayuran berubah warna , masukkan margarine / minyak selagi masih panas . ( Resep ini juga bisa dijadikan bubur saring , tinggal disaring saja) (dr. Mety Dewi Astuti)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar