Jumat, 04 Juni 2010

ANEKA MACAM TABLET

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
ANEKA MACAM TABLET


INFO OBAT

ANEKA MACAM TABLET


Sering kali saat kita atau salah satu anggota keluarga kita sakit mendapatkan obat dalam bentuk sediaan berupa tablet. Obat bebas pun juga tidak sedikit yang tersedia dalam bentuk tablet. Selain karena lebih ringkas dan mudah dibawa, sediaan ini dirasa lebih efektif dan efisien baik dalam hal produksi, pengemasan maupun pengujian.

Tablet menurut pengertiannya merupakan sediaan padat, yang dibuat secara kempa-cetak, berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan.

Terdapat beragam jenis dan bentuk sediaan tablet yang dapat kita peroleh saat menebus obat di apotek. Masing-masing memiliki jenis dan tujuan tertentu dalam mencapai efek terapinya. Diantaranya sebagai berikut :
1.    Tablet kempa, yaitu tablet yang penggunaannya langsung ditelan. Proses absorbsi akan berlangsung saat tablet memasuki lambung.
2.    Tablet kunyah (chewable), yaitu tablet yang penggunaanya dikunyah terlebih dahulu baru ditelan. Tujuannya untuk memperoleh partikel yang halus dan memudahkan penyerapan atau menetralkan kelebihan asam. Contohnya tablet antasida.
3.    Tablet efervesen yaitu tablet yang penggunaannya harus dilarutkan dulu dalam air dan akan mengeluarkan gas CO2. Tujuannya untuk mempermudah pasien dalam mengkonsumsi obat serta bertujuan memberikan efek penyegar.
4.    Tablet salut. Ada beberapa jenis tablet salut, yaitu;
    1. Tablet salut gula, tujuan disalut untuk menutupi rasa tidak enak pada obat
    2. Tablet salut tekan, tujuan disalut untuk memperbaiki tekstur obat agar baik pada saat pelepasannya di dalam tubuh.
    3. Tablet salut film, tujuan disalut untuk memperbaiki tekstur obat agar terjaga sifat fisika kimianya.
    4. Tablet salut enterik, tujuan disalut untuk menghindari terjadinya iritasi pada lambung atau perusakan terhadap obatnya oleh isi lambung dan dimaksudkan pula agar obat bekerja pada usus
*Semua jenis tablet salut tidak diperkenankan untuk digerus menjadi sediaan serbuk, karena akan menghilangkan efek yang diinginkan. Jika pasien yang sukar menelan tablet memperoleh obat berupa tablet salut (seperti pasien anak-anak atau lanjut usia, disarankan untuk diganti dengan bentuk sediaan yang lainnya, seperti sirup atau tablet kempa)
5.    Tablet untuk vagina yaitu tablet yang digunakan untuk pengobatan local di vagina. Berbentuk seperti amandel, oval. Biasanya digunakan untuk anti infeksi, anti fungi, penggunaan hormone secara local.
6.    Lozenges, trochisci, digunakan untuk efek local di mulut dan di tenggorokan dengan cara dihisap, umumnya digunakan sebagai anti infeksi.
7.    Tablet bukal, digunakan dengan cara dimasukkan diantara pipi dan gusi dalam rongga mulut, biasanya berisi hormone steroid, adsorbs terjadi melalui mukosa mulut masuk peredaran darah.
8.    Tablet sublingual, digunakan dengan jalan dimasukkan di bawah lidah, biasanya berisi hormone steroid. Adsorbsi terjadi melalui mukosa di bawah lidah.
9.    Tablet implantasi, berupa pellet, bulat atau oval pipih, steril dimasukkan secara implantasi dalam kulit badan.

Diantara zat tambahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu tablet antara lain;
  1. Zat pengisi, dimaksudkan untuk memperbesar volume tablet. Biasanya digunakan Sacharum lactis, Amylum Manihot, Calcii Phoshas, Calcii carbonas, dan zat lain yang cocok.
  2. Zat pengikat dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Biasanya yang digunakan adalah mucilage gummi arabici 10-20% (panas), larutan metilselulosa 5%
  3. Zat penghancur, dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Biasanya yang digunakan adalah amylum manihot kering, Gelatin, Agar-agar, Natrium Alginat.
  4. Zat pelicin, dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan. Biasanya digunakan Talcum 5%, Magnesii Stearas, Acidum Stearinicum.

Dalam pembuatan tablet, zat berkhasiat, zat-zat lain kecuali zat pelicin dibuat granul (butiran kasar), karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan tablet dengan baik maka dibuat granul agar mudah mengalir mengisi cetakan serta menjaga agar tablet tidak retak.

Demikian sedikit gambaran mengenai aneka macam sediaan tablet. Keberagaman bentuknya sangat mempengaruhi bahan tambahan yang digunakan. Obat yang sama dapat dibuat menjadi tablet dengan jenis berbeda dengan bahan tambahan yang berbeda pula tentunya. Karenanya perhatikan baik-baik saat anda memperoleh obat dengan sediaan tablet. Pastikan anda meminumnya dengan cara yang benar. Karena jika salah cara meminumnya akan memberikan efek terapi yang tidak sesuai dengan tujuan.

Wallohu a`lam.

Kamis, 03 Juni 2010

Anjuran Makanan Untuk Buah Hati

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
Anjuran Makanan Untuk Buah Hati


ANAK SEHAT
Anjuran Makanan Untuk Buah Hati
 Kehadiran seorang bayi mungil merupakan kebahagiaan tersendiri . Ayah-bunda lengkapilah rasa kebahagiaan itu dengan tetap mencari pengetahuan yang memadai agar amanah tersebut dapat mencapai tumbuh kembangnya secara maksimal dari sisi jasmani maupun rohani . Dari sisi jasmani , maka pertumbuhan badannya perlu ditopang dengan pemberian makanan yang adekuat . Pemberian ASI Eksklusif , sejak usia berapa sebaiknya diberi makanan pendamping ASI ,dan makanan apakah yang tepat untuknya hingga remaja nanti?
 Bayi baru Lahir sampai umur 6 bulan
 Bayi mulai disusukan sedini mungkin , langsung setelah lahir . Mintalah petugas paramedic yang membantu persalinan untuk segera melakukan IMD ( Inisiasi Menyusu Dini) . Waktu dan lamanya menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on demand) . Hindarkanlah pemberian makanan tambahan seperti air , larutan glukosa dan makanan prelakteal lainnya . Bayi akan merasa lapar dan menangis terus bila asupan ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan .
 Untuk mengawasi pertumbuhan , bayi perlu ditimbang secara berkala yaitu bila mungkin dilakukan setiap hari pada 2 minggu pertama , selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama , kemudian setiap 2 minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan . Pada umur 0-6 bulan , bayi cukup diberi ASI secara eksklusif tanpa tambahan apapun , kemudian setelah bayi berumur 6 bulan , mulai diberikan makanan tambahan  atau lazim disebut Makanan Pendamping ASI ( MP ASI).
Mungkin timbul pertanyaan mengapa MP ASI ini diberikan pada usia bayi menginjak 6 bulan ke atas , mengingat kebiasaan di Indonesia , bayi mulai diberikan makanan tambahan di usia bayi mulai 4 bulan . Pemberian MP ASI minimal usia 6 bulan ini dikarenakan pencernaan bayi pada usia sebelumnya belum sempurna , bila dipaksa dapat menyebabkan sakit karena pemberian makanan yang terlalu cepat , lagipula kekebalan terhadap bakteri masih rendah dan bisa tercemar melalui makanan , alat , dan cara pengolahan makanan yang kurang hygienis.
 Berikut adalah tanda-tanda bayi sudah siap diberi MP ASI : 
§        Berusia 6 bulan
§        Berat badan sudah mencapai 2-3 kali lipat dari berat bayi saat lahir
§        Kemampuan makanannya sudah mulai terlihat seperti dapat mengendalikan lidahnya dengan baik
§        Terlihat mulai tertarik dengan apa yang orang lain makan
§        Dapat duduk dan tumbuh gigi 

MP ASI untuk bayi sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Ø  Nilai energi dan proteinnya tinggi
Ø  Memiliki nilai suplementasi yang baik , mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup
Ø  Dapat diterima dengan baik , yaitu disukai , dibutuhkan dan terjangkau , memenuhi nilai social ekonomi , budaya , dan agama serta berakar pad tradisi yang baik
Ø  Harga murah
Ø  Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara local
Ø  Aman dikonsumsi yaitu bebas dari gangguan bakteri , bebas racun dan bahan-bahan berbahaya lainnya .   
MP ASI sangat berbeda dengan makanan untuk orang dewasa , sehingga MP ASI sebaiknya tidak boleh mengandung bumbu-bumbu , tidak boleh terlalu asin , tidak juga ditambah bumbu masak , rempah atau zat pewarna karena usus dan ginjal bayi belum kuat menerimanya . Bayi tidak kuat menerima merica , sambal dan makanan yang berserat kasar . Bayi juga belum kuat menerima minuman ringan (soft drink) maupun kopi atau makanan yang beralkohol . Untuk buah-buahan , sebaiknya bayi tidak diberikan buah yang masam , nanas dan sirsak tidak boleh diberikan pada bayi temasuk juga cempedak , durian ataupun nangka . 
Bayi Umur 6-12 bulan
 Untuk kelompok umur ini , diberikan tahapan MP ASI sesuai dengan umur seperti dalam table berikut : 
NO
USIA
TEKSTUR MP ASI
1
6-7 bulan
  1. Bubur susu yang sangat encer , dari bahan makanan pokok dicampur dengan ASI pada saat akan disajikan
  2. Bubur susu dari bahan pokok dicampur dengan sayuran dan ASI , agak sedikit kental
  3. Bubur susu dari bahan pokok dicampur dengan buah dan ASI
2
7-8 bulan
  1. Bubur saring dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah
  2. Bubur saring dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah dan ikan / daging
3
8-9 bulan
Bubur saring kasar ( bubur blender agak kasar) dari bahan pokok yang dicampur dengan sayur / buah dan ikan / daging
4
9-12 bulan
Nasi tim cincang dari berbagai bahan
5
> 12 bulan
Nasi tim / nasi lembek dan mulai dikenalkan dengan makanan keluarga

Tips pemberian MP ASI  
  1. Berikan secara hati-hati dan sedikit demi sedikit dari bentuk yang paling encer dan berangsur-angsur ke bentuk yang lebih kental
  2. Makanan baru diperkenalkan satu persatu dengan memperhatikan bahwa makanan dapat diterima dengan baik
  3. Makanan yang mudah menimbulkan alergi , biasanya berasal dari sumber protein hewani diberikan terakhir . Berikan terlebih dahulu tepuing-tepungan , sayur-sayuran , buah-buahan baru kemudian telur dan daging
  4. Cara memberikan makanan bayi sangat mempengaruhi emosionalnya , oleh karena itu sebaiknya jangan dipaksakan dan berikan saat bayi lapar .
  5. Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi ( missal sisa makan siang disimpan kemudian diberikan lagi pada waktu makaan berikutnya ) , oleh karena itu selalu ambil porsinya sedikit saja sesuai dengan kebutuhan bayi.

Terkadang Bunda merasa ragu apakah asupan makanan yang diterima oleh buah hati sudah cukup dan bagaimana cara mengetahuinya ? Nah , bunda dapat menilai sendiri kecukupan makanan yang diterima dari indicator sebagai berikut : 
  1. Bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah menyusu
  2. Ibu merasakan perubahan ketegangan pada payudara sebelum dan sesudah menyusukan dan merasakan aliran ASI yang cukup deras atau banyak selama menyusu
  3. Berat badan sewaktu lahir telah tercapai kembali sekurang-kurangnya pada akhir minggu kedua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan yang lebih dari 10 %
  4. Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan , yaitu menunjukkan kenaikan berat badan , biasanya pada waktu buah hati berumur 4-5 bulan berat badan menjadi 2 kali lipat berat badan waktu lahir dan menjadi 3 kali lipat pada umur 1 tahun.
  5. Untuk MP ASI , bila bayi tidak menghabiskan hidangan yang disediakan , mungkin berarti bahwa bayi telah cukup mendapat MP ASI dan demikian pula sebaliknya , apabila bayi dapat menghabiskan hidangan yang disediakan tersebut mungkin telah cukup , tetapi mungkin juga masih kurang sehingga hidangan selanjutnya perlu diperbanyak terutama jika bayi masih menangis atau belum puas.
  
Pengaturan Makan Untuk Anak di atas 1 tahun 
Dalam hal ini , anak dikelompokkan sebagai berikut : 
a)      Golongan umur 1-3 tahun ( anak prasekolah)
b)      Golongan umur 4-6 tahun (anak sekolah)
c)      Golongan umur 6-12 tahun (anak sekolah)
d)     Golongan umur 12-18 tahun (remaja) 
Di antara golongan umur tersebut terdapat perbedaan mengenai kebutuhan nutrient , kemampuan menerima makanan , kecepatan tumbuh , aktifitas . Akan tetapi pada umumnya kepada mereka telah dapat diberikan jadwal waktu makan yang serupa , yaitu 3 kali makan dan di antaranya dapat diberikan makanan kecil / snack. 
Yang dimaksud dengan makan untuk golongan umur tersebut adalah makan hidangan yang dianjurkan terdiri dari : 
a)      Makanan pokok , yaitu sumber kalori , misalnya roti , nasi , jagung , ketela , sagu , ubi jalar
b)      Lauk pauk yang terdiri dari :
·         Sumber protein hewani : telur , daging , ikan
·         Sumber protein nabati : kacang-kacangan seperti kacang kedelai , kacang hijau , kacang merah ; sayuran hijau atau berwarna misalnya bayam , tomat , wortel ; bahan makanan yang telah diproses lebih dulu misalnya tahu atau tempe.
c)      Buah-buahan , sumber vitamin C dan vitamin A , misalnya jeruk , pisang , papaya.
d)     Tambahan susu 2 kali sehari yaitu 250 ml sekali minum
e)      Waktu makan lazim disebut dengan makan pagi , makan siang dan makan malam . Waktu makan untuk makanan kecil / snack adalah jam 11.00 , dan jam 16.00 . Snack ini misalnya dapat berupa kue kering , biscuit , kroket , lemper dan lain lain. 
I.      Golongan Umur 1-3 tahun

Dalam rentang umur 2-2,5 tahun gigi susu telah lengkap , akan tetapi belum dapat digunakan untuk mengerat dan mengunyah makanan yang keras . Terutama untuk golongan umur 1-2 tahun masih perlu diberikan nasi tim atau nasi lembek walaupun tidak perlu disaring , sudah boleh diajari mencoba , mencicipi makanan yang lunak , tidak pedas , dan tidak merangsang. Diharapkan di rentang umur ini mereka sudah belajar makan sendiri , walaupun akan menimbulkan kekotoran dan tidak rapi . Makanan yang tidak disukai tidak perlu dipaksakan karena akibatnya anak akan menjadi antipasti dan mungkin akan terus menolaknya . Sayuran selalu perlu dianjurkan walaupun sering anak belum dapat menyukainya . Makanan yang disukainya biasanya yang manis-manis misalnya coklat , permen , es krim ,. Perlu diperhatikan agar pemberian gula-gula atau permen yang terlalu banyak mengandung caramel dihindarkan atau sangat dibatasi untuk mencegah karies / gigi berlubang . Sehubungan dengan karies ini , maka Bunda mulai mendisiplinkan anak untuk menggosok gigi . Demikian pula dengan toilet training perlu dimulai agar evakuasi sisa makanan dilakukan secara teratur untuk mempermudah kelancaran pemberian makan karena konstipasi dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun .
  
II.    Golongan Umur 4-6 tahun

Dalam kelompok umur ini , pertumbuhan lambat , aktivitas mulai banyak ,tetapi masih rawan terhadap penyakit infeksi dan gizi . Mereka lebih menyukai makanan yang manis , misalnya coklat , es krim , permen , sehingga sering terjadi karies . Bunada perlu mengajari mereka nilai gizi dan makanan sehingga mereka akan dapat memilih sendiri makanan yang bergizi untuk mereka . Sebagian mungkin ada yang sudah masuk ke sekolah taman kanak-kanak sehingga selain sudah mempunyai banyak teman bermain, mereka juga biasanya telah mendapatkan pendidikan dan latihan tentang memilih makanan , arti vitamin , cara makan yang baik , dan belajar menggosok gigi yang benar .

III. Golongan Umur 7-12 tahun

Gigi susu berangsur-angsur mulai tanggal dan kemudian gigi permanen mulai lengkap . Bunda perlu memperhitungkan kalori yang dibutuhkan karena mereka lebih banyak melakukan aktivitas jasmani di luar rumah , dan kadang melupakan waktu makan , tetapi mereka sudah dapat jajan di luar rumah sehingga bisa berakibat gangguan pencernaan . Bunda tak perlu khawatir karena mereka sudah cukup mempunyai daya tahan terhadap penyakit gizi dan infeksi . Biasakan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah untuk mencegah hipoglikemia . Pada umur kira-kira 10 tahun telah mulai terdapat perbedaan antara anak pria dan wanita . Biasanya anak wanita telah mulai dengan pertumbuhan pubertas sedangkan anak pria lebih lambat yaitu pada umur 12-13 tahun.

IV. Golongan Umur 13-18 tahun

Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan aktivitas jasmani tinggi , karena kecepatan pertumbuhan remaja yang sangat pesat serta pertumbuhan dan perkembangan alat kelamin sekunder . Komposisi jaringan tubuh yang berbeda dibentuk leh pria dan wanita .Remaja pria membentuk lebih banyak jaringan otot sedangkan remaja wanita biasanya lebih banyak membenttuk jaringan lemak . Mereka umumnya mempunyai nafsu makan yang baik kadang terpaksa jajan atau mencari tambahan makanan di luar waktu makan walaupun telah makan cukup banyak . Akan tetapi remaja wanita mungkin telah mempunyai perasaan kuatir menjadi gemuk sehingga mereka mengurangi makan untuk menjadi langsing . perlu cukup masukan protein , besi dan nutrient lain untuk menghindarkan defisiensi dan pertumbuhan yang kurang sehingga akibatnya tinggi maksimal tidak tercapai sesuai potensi yang ada. (dr. Mety Dewi Astuti)

Sumber : 
·         Ilmu Kesehatan Anak FKUI
·         Pemberian ASI dan MP ASI , Yayasan KAKAK

Rabu, 02 Juni 2010

TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I


Ibu Sehat
TIPS MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL TRIMESTER I
Minggu ke-6
Jika ibu mulai merasa moody (sedih di satu waktu dan bahagia di waktu berikutnya), hal tersebut wajar terjadi dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi. Perdarahan berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal kehamilan, namun berhati-hatilah karena bercak atau flek perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari keguguran atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Periksakan apabila bercak perdarahan tersebut berlanjut.
Jika ibu mulai sering merasa kelelahan, maka latihan fisik sedang atau olahraga disarankan untuk meningkatkan energi. Cobalah untuk berjalan-jalan pagi. Sering berkemih atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda umum kehamilan.
Tips : Hubungi petugas kesehatan bila terjadi :
Terkadang didapatkan beberapa tanda-tanda yang mengancam nyawa janin dan berbahaya bagi Ibu, tanda-tanda tersebut diantaranya adalah :
  • Perdarahan atau bercak dari vagina
  • Nyeri perut tiba-tiba dan berkelanjutan
  • Rembesan cairan dari vagina
  • Muntah terus menerus (Hiperemesis Gravidarum)
  • Nyeri berkemih
  • Sakit kepala hebat dan terus menerus
  • Gangguan penglihatan pada mata
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki

Minggu ke-7
Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning sickness, disarankan Ibu mengurangi makan makanan berlemak, banyak minum cairan, frekuensi makan ditingkatkan namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari), istirahat teratur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin prenatal. Bila gejala mual dan muntah Ibu semakin meningkat, kehilangan berat badan, atau dehidrasi (kekurangan cairan), maka kemungkinan Ibu mengalami hiperemesis gravidarum. Segera periksakan kehamilan Ibu.
Produk susu sangat penting di masa kehamilan karena banyak mengandung kalsium yang berguna untuk pertumbuhan gigi dan tulang embrio. Mulailah mengkonsumsi susu atau produk susu. Bila Ibu ingin tetap menjaga kalori yang masuk, maka susu rendah lemak menjadi pilihan, kandungan kalsium tidak akan terpengaruh pada produk susu rendah lemak. Vitamin prenatal juga sebaiknya dikonsumsi oleh Ibu hamil. Vitamin prenatal mengandung kalsium, tembaga, asam folat, yodium, zinc, dan vitamin A, B, C, D, E.  Vitamin ini akan lebih baik dikonsumsi ketika sedang makan atau di malam hari.
Selama kehamilan, tidak ada larangan untuk berhubungan seksual dengan pasangan selama tidak ditemukan masalah dengan kehamilan. Namun bila istri sedang tidak tertarik untuk berhubungan intim, jangan jadikan ini sebuah masalah. Hasrat seksual ibu hamil umumnya akan kembali normal, bahkan meningkat ketika keluhan kehamilan berkurang yaitu sekitar trimester kedua. Dengarkan keluhannya dan selalu perhatikan dia.
Minggu ke-8
Jangan kaget apabila ukuran bra Ibu bertambah 1-2 ukuran lebih besar, terutama bila ini adalah embrio pertama. Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar jeruk. Jangan berdiet selama kehamilan. Ibu harus meningkatkan berat badan sekarang karena akan berbahaya bagi janin bila Ibu mengurangi berat badan.
Vitamin prenatal sebaiknya tetap Ibu konsumsi. Meskipun Ibu mengkonsumsi vitamin prenatal, Ibu juga harus tetap mengkonsumsi makanan bergizi yang berasal dari makanan. Sumber zat gizi makanan dapat dilihat di tabel di bawah ini.
Zat Gizi
Sumber Makanan
Protein (71 gram)
Daging, telur, produk susu, kacang, produk kedelai (tahu)
Kalsium (1200 mg)
Produk susu, sayuran berdaun hijau, tahu, kacang
Asam Folat (0,4 mg)
Hati, telur, brokoli, kacang, jeruk, padi-padian, buncis
Zat Besi (30 mg)
Hati, unggas, ikan , daging, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang, buah kering
Magnesium (320 mg)
Coklat, seafood, buncis, kacang, padi-padian
Vitamin B6 (2,2 mg)
Hati, padi-padian, daging
Vitamin E (10 mg)
Ikan, telur, susu, daging, sereal
Zinc (15 mg)
Seafood, susu, kacang, daging, buncis

Tips : Hati – hati keguguran
Hati-hati terhadap risiko keguguran pada trimester pertama. Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia Ibu dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh),  dan penyakit dari ibu. Apabila Ibu merasakan nyeri perut bagian bawah, keram pada rahim, perdarahan dari vagina, dan keluarnya embrio dari dalam rahim maka segera periksakan.
Minggu ke-9
Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul minggu ini, meskipun Ibu masih belum terlihat jelas sedang hamil. Apabila Ibu sering buang air kecil, maka kurangi konsumsi kafein yang terkandung di dalam kopi dan teh, namun jangan mengurangi asupan cairan secara keseluruhan.
Selama hamil, volume darah akan meningkat sekitar 50%. Peningkatan volume darah ini penting untuk memenuhi kebutuhan rahim yang sedang berkembang dan melindungi Ibu dan bayi dari efek yang membahayakan ketika Ibu berbaring atau berdiri. Peningkatan volume darah ini juga berfungsi sebagai pelindung selama persalinan karena kemungkinan banyaknya kehilangan darah.
Peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan akan terbagi atas :
·        3,5 kg untuk janin
·        3,5 kg untuk simpanan Ibu (lemak, protein, nutrisi lain)
·        2 kg untuk peningkatan volume cairan
·        1 kg untuk pembesaran payudara
·        1 kg untuk rahim
·        1 kg untuk cairan amnion
·        0,75 kg untuk plasenta
Total dari semua peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan ini adalah sekitar 12 – 13 kg.
Tips : Gizi kehamilan
Untuk  gizi selama kehamilan, sebaiknya Ibu setiap hari makan 1 atau 2 buah yang kaya akan vitamin C dan minimal 1 kali sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua untuk zat besi ekstra, serat, dan asam folat. Makanlah daging merah sebagai sumber dari zat besi. Berhati-hatilah selalu akan makanan yang Ibu makan, beberapa jenis makanan dapat mengandung bakteri yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Minggu ke-10
Minggu ini plasenta sudah mulai berfungsi mengatur hormonal embrio. Karena hal inilah maka gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai menurun. Meskipun begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan emosional atau mood yang naik turun pada Ibu hamil. Jangan heran bila tiba-tiba Ibu merasa sedih atau depresi, dan di menit berikutnya Ibu merasa baik-baik saja dan sangat bahagia.
Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu mungkin merasakan bahwa pakaian atau baju sehari-hari mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk mengatasi hal tersebut, pakailah celana yang memiliki karet elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru yang nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran), dan pakailan pakaian yang longgar.
 Tips : Olahraga selama kehamilan
Olahraga seperti berenang dan berjalan setiap hari selama 30 menit  adalah pilihan tepat di kala hamil. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otot, tonus otot, dan ketahanan tubuh-tiga kualitas yang dapat membantu Ibu selama 9 bulan kehamilan, membantu mengurangi stress saat melahirkan, dan membuat pembentukan tubuh setelah melahirkan menjadi lebih mudah.
Minggu ke-11
Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan merasa lebih nyaman dan dapat makan tanpa diiringi rasa mual. Plasenta yang sempurna dan pertumbuhan kelenjar akan mengambil alih produksi hormon. Ibu dapat fokus ke hal lain yaitu peningkatan berat badan Ibu dan janin yang signifikan di trimester kedua.
Jangan khawatir apabila kondisi mual trimester pertama membuat Ibu tidak bisa makan. Pada 3 bulan pertama, kenaikan berat badan Ibu memang berkisar 1 - 2,5 kg. Nafsu makan Ibu akan kembali setelah fase ini terlampaui dan selanjutnya kenaikan berat badan Ibu berkisar 0,5 kg/minggu. Namun saat ini bukan berarti Ibu boleh makan tidak terkontrol, makan terus menerus tanpa memperhatikan gizi tidak akan ada manfaat bagi janin. Pilihlah makanan yang bergizi seperti sayuran, gandum, dan ikan. Nutrisi yang baik sangat berpengaruh di dalam perkembangan otak dan tubuh janin.
Ibu dapat mencegah terjadinya sakit kepala dengan makan teratur, tingkatkan asupan cairan, istirahat dan tidur teratur, serta hindari  stres.
Tips : Hindari makanan berbahaya
Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sewaktu hamil meliputi susu yang tidak dipasteurisasi. Daging dan seafood yang tidak dimasak matang karena mengandung listeriosis yang membahayakan janin. Ikan yang mengandung banyak merkuri sepertu hiu dan makarel, serta telur yang tidak dimasak matang. Minuman yang dihindari adalah alkohol, batasi konsumsi kafein. Hati-hati juga mengkonsumsi makanan yang mengandung kafein seperti teh, kola, dan coklat.
Tips : Memakai sabuk pengaman:
Letakkan sabuk pengaman di bawah perut Anda dan menyilang paha bagian atas Anda. Pasanglah senyaman mungkin. Tali pengaman bahu juga dipasang senyaman mungkin. Letakkan posisi tali pengaman bahu di antara payudara Anda.
Minggu ke-12
Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di bawah tulang kemaluan. Dari ukuran yang sangat kecil, rahim Ibu sekarang berdiameter 12-14 cm, sebesar bola kasti. Rahim Ibu akan perlahan-lahan membesar sekitar 1 cm setiap minggunya. Pada saat melahirkan, rahim Ibu akan berdiameter sekitar 37 – 42 cm. Berat rahim Ibu akan meningkat dari 70 gram  sebelum kehamilan menjadi hampir 1100 gram ketika melahirkan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik dan lebih nyaman bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat.
Ibu disarankan untuk menjaga kebersihan dari giginya dengan cara menggosok gigi dan berkumur setelah makan. Hal ini dikarenakan kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga dapat mengakibatkan penyakit gingivitis dan periodontitis. Kesehatan rongga mulut dan gigi yang tidak terjaga dapat menjadi sumber infeksi yang berkaitan dengan kelahiran prematur dan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Tips : Latihan Kegel
Sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan latihan Kegel. Kegel dapat menguatkan otot dasar panggul, tonus vagina, dan area perineum. Lakukan minimal 25x/hari. Kontraksikan otot yang berada di sekitar vagina Ibu dan tahan 8 – 10 detik. Berlatihlah menghentikan proses berkemih ketika di kamar mandi bila Ibu tidak yakin Ibu melakukan latihan Kegel secara benar.(Yuyun Triani, S.ST, M. Kes))

Senin, 31 Mei 2010

BERBAGAI METODE SUNAT

Majalah Hilal Ahmar EDISI 35/VI/ MEI 2010
BERBAGAI METODE SUNAT


Sehat Khusus
BERBAGAI METODE SUNAT
Bulan Juni bisa dikatakan sebagai bulan sunat atau bisa diistilahkan arab dengan Syahrul Khitan. Istilah tersebut tidaklah berlebihan, karena jumlah anak yang disunat pada bulan Juni jauh lebih banyak dibanding dengan bulan-bulan yang lain terutama di Indonesia. Banyak yang memilih sunat di bulan Juni karena pada bulan tersebut terdapat liburan panjang untuk kenaikan kelas maupun kelulusan siswa-siswa terutama Sekolah Dasar. Liburan panjang, naik kelas dan lulus sekolah itulah yang mendorong anak minta disunat maupun orang tua menghendakinya.
Dalam pelaksanaan sunatan ada yang memilih untuk datang langsung ke dokter atau mantri atau orang kesehatan lainnya untuk minta sunat. Ada lagi yang mendatangkan dokter atau mantri untuk sunat di rumah. Namun banyak yang sunat dengan mengikuti sunatan / khitanan massal. Banyak lembaga-lembaga sosial, instansi pemerintahan  maupun perorangan yang menyelenggarakan khitanan massal di suatu tempat bekerjasama dengan Rumah Sakit  atau lembaga kesehatan lain yang biasanya diikuti oleh lebih dari 50 anak. Bahkan pada bulan Juni sampai kesulitan mencari anak yang akan disunat karena banyaknya khitanan massal. Yang menarik bagi anak maupun orang tua dalam mengikuti atau mengikutkan khitanan massal, karena bebas biaya dan mendapat bingkisan serta banyak teman-temannya yang ikut sehingga yang tadinya tidak berani ikut sunat jadi lebih berani.
Usia anak yang sunat biasanya bermacam-macam. Pada daerah tertentu banyak anak yang disunatkan ketika masih bayi atau balita. Namun banyak pula yang sunat di usia sekolah dasar yang bervariasi antara umur 7 sampai dengan 12 tahun. Bahkan ada juga yang sunat di usia dewasa. Untuk yang terakhir ini bisa dibilang tidak berani ikut khitanan massal. Sunatnya pun biasanya diam-diam mendatangi dokter atau mantri lalu minta disunat.
PENGERTIAN
Sunat atau khitan atau sirkumsisi adalah tindakan medis berupa pemotongan atau pembuangan sebagian atau seluruh bagian dari preputium (prepuce, foreskin, kulup, kulit yang melingkupi glans penis/kepala penis).
ALASAN SUNAT
Ada 3 alasan utama orang menjalani sunat/sirkumsisi :
1.    Melaksanakan sunnah Rasulullah SAW.
Inilah alasan utama sebagai seorang muslim dalam menjalani khitan/sunat.
2.    Karena indikasi medis
Indikasi medis yang paling sering ditemui adalah kondisi phimosis. Preputium/kulup sebenarnya terdiri dari dua lapis: bagian dalam dan bagian luar. Dengan dua lapis ini, maka preputium bisa ditarik ke depan dan belakang pada batang penis.
Kondisi yang berlawanan adalah paraphimosis. Pada kondisi ini, preputium dapat ditarik ke belakang, glans penis terbuka seluruhnya, tetapi justru preputium tidak bisa kembali ke depan dan menjepit penis. Kondisi ini berbahaya karena risiko pembendungan aliran darah dan menyebabkan edema/pembengkakan penis. Jepitan sebaiknya segera dibebaskan agar tidak terjadi kerusakan yang bersifat permanen.
3.    Tindakan pencegahan untuk masa depan
Berkaitan dengan pencegahan masa depan, ada beberapa penyakit yang diduga berkurang risikonya dengan menjalani sirkumsisi. Yang sering disebut adalah kanker penis, penyakit menular seksual dan kanker serviks/bagian dari kandungan (pada pasangan seksualnya). Alasan yang ketiga ini lebih banyak pada orang-orang non muslim.

MEMILIH  METODE SUNAT
Metode sunat telah mengalami perkembangan pesat, dimulai dari metode klasik sampai dengan metode laser CO2. Metode-metode tersebut muncul dengan berbagai kelebihan. Ada yang tanpa perdarahan, ada yang tanpa penjahitan, ada yang tidak dibungkus perban pasca sunat dan ada yang cepat mencapai kesembuhan. Di samping adanya kelebihan namun ada juga kekurangannya. Kekurangannya antara lain : biaya lebih mahal dan tidak semua dokter/perawat dapat melakukannya. Ada lagi yang tergantung listrik PLN, ketika padam tidak bisa melakukannya.
Adapun kesembuhan sunat adalah relatif. Tidak ada yang dengan salah satu metode dapat sembuh dalam 2 atau 3 hari. Ibarat badan kita terluka maka dengan obat apapun untuk kesembuhannya butuh waktu.
Kesembuhan dipengaruhi beberapa faktor:
1.    Ada tidaknya kelainan/penyulit pada penis sebelum disunat. Bila ada perlengketan maka tentunya kesembuhannya lebih lama, apapun metodenya.
2.    Ada tidaknya perdarahan setelah sunat. Bila masih ada perdarahan akan mengganggu penyembuhan.
3.    Rapat atau tidaknya penjahitan luka iris pada kulup penis. Makin rapat bisa lebih cepat sembuh terbukanya luka minimal.
4.    Perawatan setelah sunat. Jika perawatannya baik dan anak tidak banyak aktifitas maka lebih cepat sembuh.
Berbagai metode sunat tersebut sebenarnya dalam rangka mensiasati beberapa faktor di atas. Satu hal yang perlu diketahui bahwa semua metode sunat sebelum sunat akan dilakukan terlebih dahulu pembiusan lokal dengan penyuntikan obat bius pada pangkal batang penis yang tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit ketika disunat. Penyuntikan inilah yang menjadi momok bagi anak untuk disunat. Oleh karena itu ketrampilan pembiusan lokal akan menentukan tahap selanjutnya.
Adapun rincian metode sunat dapat dibaca berikut ini.
Metode Klasik & Dorsumsisi
Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat atau juga calak langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril. Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk mengurangi risiko perdarahan. Kelebihannya peralatan yang digunakan lebih murah dan sederhana, proses memakan waktu cukup singkat, sudah banyak dikenal masyarakat biaya relatif lebih murah. Kekurangannya kulup yang tersisa kadang lebih panjang sehingga membutuhkan pemotongan ulang dan resiko perdarahan tinggi apabila tanpa dilakukan penjahitan/operasi.
Metode Standar Sirkumsisi Konvensional
Merupakan metode yang paling banyak digunakan hingga saat ini, cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantri (perawat). Bisa dikatakan bahwa semua operator sunat dapat melakukan dengan metode ini. Karena ini merupakan metode dasar, adapun yang lainnya sebagai pengembangan cara ini. Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini. Kelebihannya peralatannya sudah sesuai standar medis, menggunakan pembiusan local dan benang yang jadi daging, resiko infeksi kecil dan resiko perdarahan tidak ada. Metode ini cocok untuk semua kelompok umur, biayanya cukup terjangkau serta pilihan utama untuk pasien dengan kelainan fimosis. Kekurangannya membutuhkan keahlian khusus dari pengkhitan dan proses waktunya antara 15-20 menit.
dorsum1-300x269   dorsum2-300x267   sirkumsisi   dorsum61-300x269
Gambar urutan Sunat Metode Standar Sirkumsisi
cimcumsisi     circumsisi2
Gambar Sunat Metode Standar Sircumsisi dengan metode Gullotine
Metode “Laser” Elektrokautery
Metode ini sedang booming dan marak di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”. Penamaan ini sesunnguhnya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser akan tetapi menggunakan “elemen” yang dipanaskan. Alatnya berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup.
Khitan dengan solder panas ini kelebihannya adalah cepat, mudah menghentikan perdarahan yang ringan serta cocok untuk anak dibawah usia 3 tahun dimana pembuluh darahnya kecil. Kekurangannya adalah menimbulkan bau yang menyengat seperti “sate” serta dapat menyebabkan luka bakar, metode ini membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber daya dimana jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang berisiko bagi pasien maupun operator. Untuk proses penyembuhan, dibandingkan dengan cara konvensional itu sifatnya relatif karena tergantung dari sterilisasi alat yang dipakai, proses pengerjaanya dan kebersihan individu yang disunat.

http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/images/08384laput07.jpg
           sunat kauter
Gambar alat yang digunakan untuk sunat metode elektrokauter.
Pada metode ini terlebih dahulu penis dicucihamakan. Setelah itu dibius lokal kemudian perlengketan kulup pada gland (kepala penis) dilepaskan. Kulup ditarik dengan dua klem arteri dengan ukuran tarikan tertentu, lalu di sebelah luar kepala penis dijepit dengan klem yang lebih besar secara melintang. Mesin dihidupkan maka  kawat pada ujung alat akan membara. Kawat yang membara ini dengan pelan-pelan digunakan untuk memotong kulup di atas klem yang melintang tadi. Setelah terpotong maka klem dilepas lalu kulup yang telah terpotong dijahit seperti pada sunat konvensional.
Metode Flashcutter
Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery. Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam. Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.
Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia tahun 2006 oleh Uniceff Corporation. Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).
Metode flashcutter ini merupakan pengembangan dari elektrokauter. Prinsipnya  sama, hanya saja mesinnya menggunakan sumber listrik DC (batterey) dan kawat pemotongnya lebih kecil sehingga lebih tajam dan lebih cepat terpotong.
http://flashcutter.files.wordpress.com/2008/06/standard-clipper.jpg?w=450&h=408      http://flashcutter.files.wordpress.com/2008/06/cara-memotong.jpg?w=190&h=300  http://flashcutter.files.wordpress.com/2008/06/memotong1.jpg?w=270&h=216 
Metode Klamp
Metode Klamp .,ini memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputium) dijepit dengan suatu alat (umumnya sekali pakai) kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp. Metode Cincin (Tara Clamp) Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai.
Berikut ini langkah-langkah sunat metode Tara Klamp :
GAMBAR
KETERANGAN



Langkah 1 :
Penis dibersihkan dengan cairan steril (misalnya betadin). Gunakan pena  untuk menandai batas pada kulup yang akan dipotong. Batas tersebut merupakan tempat di mana tara klamp dimasukkan. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak penarikan sehingga menghindari pemotongan jaringan terlalu banyak. 

 


Langkah 2 :
Secara pelan-pelan kulup ditarikke belakang sampai terbuka. Bebaskan dari perlengketan bila ada.

 


Langkah 3 :
Seperti terlihat, gunakan pelumas bedah:
a) Pada bagian dalam dan permukaan luar tabung alat ini.
b) Pada bagian dalam dari cincin, ini untuk mencegah lengketnya jaringan  
     pada alat ini dalam beberapa hari yang akan datang.




Langkah 4 :
Letakkan tabung klem menutupi kepala penis, sehingga kepala penis tertutup oleh tabung. 


 


Langkah 5 :
Tarik kulup menutupi sisi luar tabung , atur ujung kulup agar mencapai diameter kecil dari tabung



Langkah 6 :
Setelah mencapai batas yang ditandai pada kulup, tahan yang kuat kulup dengan jari.




Langkah 7 :
Tekan pemegang, hingga mencapai kunci mekanik pada tabung 




Langkah 8 :
Tekan lebih kuat sampai terdengar  bunyi klik. Ini berarti telah terkunci dan kulup telah terapit dengan baik. 

 


Langkah 9 :
Dengan pemotong  jaringan yang disediakan, atau pisau, kulup yang berada di sebelah luar /distal dari  cincin penjepit dipotong.


    


Langkah 10 :
Meskipun tidak ada pendarahan, tabung dibersihkan dengan kasa bersih dan salep dioleskan di tepi  tempat potongan. Oleskan salep beberapa kali setiap hari, selama beberapa hari berikutnya. Perangkat ini dibiarkan tetap pada penis selama beberapa hari berikutnya. Urin mudah keluar  melalui lobang bagian luar/distal dari tabung.
Metode Cincin
Pelaksanaan sunat dengan menggunakan metode cincin dapat dilihat pada ilustrasi sebagai berikut :
GAMBAR  URUTAN SUNAT CINCIN
KETERANGAN

F:\Images\22022007504.jpg  F:\Images\22022007506.jpg


2 alat terdiri atas cincin karet dan penahan cincin dari plastik,  digunakan untuk menjepit kulup penis. Cincin karet digambarkan sebagai karet ban motor dan penahan sebagai pelek (besi penahan ban)

F:\Images\22022007505.jpg  F:\Images\22022007508.jpg


Kulup yang menutupi kepala penis ditarik ke belakang sampai gland (kepala kelihatan semua), kemudian dipasang penahan cincin karet.

  F:\Images\22022007509.jpg 


Kulup penis dikembalikan (digambarkan sebagai kulup penis yang menelan penahan cincin

F:\Images\22022007510.jpg


Cincin karet dipasang pada penahan cincin sehingga kelup penis terjepit. Karena terjepit sehingga darah terbendung dan tidak bisa keluar, Jepitan ini yang pada sunat biasa sebagai pengganti jahitan. Kulup sebelah luar cincin akan mati dan menjadi hitam.

F:\Images\22022007511.jpg


Kulup sebelah luar cincin dipotong dan disisakan sedikit. Sebenarnya tidak dipotongpun bisa, tetapi terkesan belum disunat dan juga kalau menjadi hitam dan busuk akan membingungkan anak yang disunat.

F:\Images\22022007512.jpg


Sunat selesai, kemudian bekas potongan diolesi betadin. Cincin dan penahan dibiarkan terus sampai nantinya akan lepas sendiri (digambarkan sebagai puput/putusnya tali pusat seminggu setelah bayi lahir). Hasilnya akan terlihat rata, teratur dan halus.
Pelaksanaan tersebut di atas dilakukan tentunya dalam keadaan steril dan telah dicucihamakan serta telah dibius lokal.
Metode Lonceng
Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
Metode Laser CO2
Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini. Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut: Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.
Metode-metode sunat di atas tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum menentukan pilihan mestinya harus memperhatikan beberapa hal :
1.    Menanyakan kepada teman-teman anak yang akan sunat tentang sunat yang telah dialami (berbagi pengalaman).
2.    Konsultasi kepada dokter maupun perawat yang akan menyunati tentang metode yang akan dipilih.
3.    Sesuaikan dengan kondisi keuangan. Metode konvensional umumnya sangat terjangkau. Adapun dengan metode yang lain biasanya lebih mahal.
4.    Setelah mantap dengan pilihannya, ikhlaskan niat dalam sunat untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW lalu berdo’alah kepada Allah Ta’ala agar diberikan kemudahan.
Demikian pemaparan tentang metode sunat semoga menjadi tambahan pengetahuan khususnya bagi orang tua yang akan menyunatkan anak-anaknya.
Oleh : dr. Mashur Afandi, dari berbagai sumber