Gout atau Asam Urat merupakan penyakit yang ditandai oleh kelebihan
asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mengarah pada
pembentukan kristal urat yang akan tertimbun dalam jaringan tubuh
terutama sendi. Ketika kristal urat ini masuk ke dalam sendi akan
mengakibatkan serangan berulang dalam bentuk peradangan sendi
(arthritis). Gout kronik juga dapat mengakibatkan timbunan yang keras
di dalam maupun diluar sendi dan dapat menyebabkan kerusakan sendi,
menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan terjadinya batu ginjal.
Minggu, 08 September 2013
Gizi : Manfaat konsumsi sayur dan buah untuk mencegah osteoporosis
Salah satu masalah kesehatan yang mengancam jutaan orang di
Indonesia adalah osteoporosis. Penyakit ini disebut juga dengan
pengeroposan tulang, yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan
adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Kerusakan tulang
yang terjadi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memperbaikinya.
Sehat Lingkungan : MENGELOLA SAMPAH
Dua hari hujan turun terus menerus membuat ibukota lumpuh karena banjir. Luapan air tidak hanya mengenai pemukiman kumuh di bantaran kali, namun juga ikut menggenangi perumahan mewah di tengah kota. Dampak kemanusiaan muncul ketika puluhan ribu menjadi pengungsi. Butuh tempat berlindung, kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan toilet. Sementara ada juga dampak sosial berupa penjarahan toko dan rumah mewah yang ditinggal penghuninya. Sepertinya jargon keadilan sosial masih jauh dari realita.
Label:
64/IX/MAR2013,
Sehat Lingkungan
Bilik Redaksi Edisi 64/IX/MAR2013
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh!
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat
dan salam sejahtera semoga terlimpah kepada junjungan kita Muhammad
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam, para keluarga, para sahabat dan
umat Islam di seluruh dunia.
Konsultasi Kesehatan : Anak Demam
Konsultasi Kesehatan
ANAK DEMAM
PERTANYAAN
Assalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhDok, anak saya usia 8 bulan kepalanya panas tapi badannya gak panas. Cuma kadang anget malam nangis terus terutama menjelang pagi, nafsu makan menurun, mohon dijelaskan.
Abu Furqon – Cikarang
085780298xxx
Wassalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Label:
64/IX/MAR2013,
Konsultasi Kesehatan
First Aid : PERTOLONGAN LUKA BAKAR PADA AREA TUBUH YANG LUAS
Pada eedisi yang lalu telah kita kupas luka bakar yang ringan atau
luka yang ditimbulkan cukup kecil. Permasalahannya, tidak selamanya
penyebab luka bakar adalah air panas yng sedikit, bisa jadi pada satu
kesempatan dalam jumlah besar, misal seember atau sepanci air panas
mengenai tubuh seseorang. Bagaimana pertolongan pertama yang perlu kita
lakukan?
Baringkan penderita, jaga betul-betul area luka bakar tidak
bersentuhan dengan lantai atau tanah, jika memungkinkan. Luka bakar
tadi, masih menyisakan rasa sakit yang hebat pada penderita, oleh
karena itu dapat kita tuangkan air secukupnya, hinggarasa nyeri
berkurang. Awasi tanda-tanda penurunan kesadaran yang terjadi.
Periksa adakah peralatan yang membelit tubuh
penderita seperti cincin, ikat pinggan sepatu dll. Sebelum terjadinya
pembengkakan pada luka bakar pada area tubuh tadi.
Pelan-pelan, anda lepas baju yang dikenakan
penderita. Tentunya baju kita lepas ketika keadaan baju sudah dingin,
karena telah beberapa waktu terndam dalam air panas.
Catatan : jangan sekali-kali melepas sesuatu yang melekat pada kulit penderita yang mengalami luka bakar.


LUKA BAKAR PADA MULUT DAN TENGGOROKAN
Seperti kita ketahui bersama, perlukaan dapat terjadi di berbagai organ tubuh termasuk di antaranya mulut dan tenggorokan. Bahkan luka pada area ini termasuk salah satu kegawatan yang perlu segera ditangani, mengapa demikian. Ya karena luka bakar ini berhubungan dengan jalan napas kita.
Apa penyebab terjadinya perlukaan pada area ini?
Tanda dan gejala
Pertolongan



- Tutup area luka bakar tadi dengan kain steril/bersih, perhatikan dalam memilih penggunaan kain, jangan gunakan penutup kain yang tenunannya mudah rontok, seperti kain dari domba atau sejenisnya. Dari jenis kain plastik juga dapat digunakan, dan jenis ini baik digunakan untuk daerah tangan atau kaki. Jika perlu dapat kita gunakan plaster untuk memperkuat kain penutup tadi.
- Jangan anda pecah blister yang ada.
- Jangan gunakan lotions, salep ataupun lemak pada area luka.

- Untuk luka pada bagian wajah, prosedur sama. Dinginkan luka bakar dengan menyiram air hingga rasa nyeri berkurang. Tidak perlu ditutup, atau kalau diperlukan penutup luka, dapat anda gunakan sarung bantal, dengan lubang untuk daerah mata, hidung dan mulut.
- Pada penderita luka bakar yang berat, diperlukan immobilisasi tubuh penderita supaya tidak banyak bergerak.
- Untuk memperkecil terjadinya rejatan/syok/penurunan kesadaran, terapkan cara-cara pencegahan syok. Diantaranya kaki ditinggikan, sehingga aliran pembuluh darah mayoritas akan ke arah kepala penderita.
- Apabila penderita tidak sadar, gunakan teknik ABC dan atur posisi penderita pada posisi recovery/pemulihan.
- Rujuk penderita segera ke RS, jaga posisi penderita ama dan nyaman. Jika diperlukan dapat menggunakan stretcher/tandu untuk membawa penderita.
LUKA BAKAR PADA MULUT DAN TENGGOROKAN
Seperti kita ketahui bersama, perlukaan dapat terjadi di berbagai organ tubuh termasuk di antaranya mulut dan tenggorokan. Bahkan luka pada area ini termasuk salah satu kegawatan yang perlu segera ditangani, mengapa demikian. Ya karena luka bakar ini berhubungan dengan jalan napas kita.
Apa penyebab terjadinya perlukaan pada area ini?
- Minum minuman yang sangat panas.
- Menelan cairan korosif.
- Menghirup udara/gas yang sangat panas.
Tanda dan gejala
- Penderita mengeluhkan nyeri hebat di area yang mengalami luka bakar.
- Daerah sekitar mulut mengalami cidera/luka.
- Penderita Kesulitan bernapas.
- Dapat terjadi penurunan kesadaran atau bahkan tidak sadar sama sekali.
- Tanda-tanda terjadinya syok.
Pertolongan
- Tenangkan penderita.

- Jika penderita sadar dapat melakukan perintah, berikan minum secara periodik dalam waktu tertentu.
- Lepas peralatan yang melilit leher dan dada penderita.

- Jika penderita tidak sadar, buka mulut penderita dan periksa kemampuan bernapasnya. Lakukan teknik ABC secara lengkap, dan posisikan penderita dalam posisi recovery.
- Untuk memperkecil terjadinya rejatan/syok/penurunan kesadaran, terapkan cara-cara pencegahan syok. Diantaranya kaki ditinggikan, sehingga aliran pembuluh darah mayoritas akan ke arah kepala penderita.
- Rujuk penderita segera ke RS, jaga posisi penderita ama dan nyaman. Jika diperlukan dapat menggunakan stretcher/tandu untuk membawa penderita.
- Majalah Hilal Ahmar | 64/IX/MAR2013 | First Aid
Sehat Sekilas : KOLIK PADA BAYI
Kolik sering digambarkan sebagai sebuah sindroma tingkah laku yang memiliki karakteristik menangis berlebihan dengan tiba-tiba. Kolik sering terjadi pada malam hari, dan terjadi tanpa sebab yang pasti. Selama episode kolik, seorang neonatus sehat atau bayi berumur 2 minggu sampai 4 bulan sulit dihibur. Mereka kaku, mendekatkan kaki mereka, dan mengeluarkan kentut. Kolik adalah salah satu alasan orang tua mencari nasihat dokter selama kehidupan bayi tiga bulan pertama.
Info Mitra : SERAH TERIMA BANTUAN OBAT- OBATAN
Kamis, 31 Januari 2013 pukul 13.00 waktu setempat, diadakan acara
semi formal terkait serah terima bantuan obat-obatan yang dibawa tim
HASI untuk Rumah Sakit Lapangan Salma yang dibeli dengan dana dari
Umat Islam di Indonesia.
Renungan : UDZUR
Sebuah perintah Allah telah dikumandangkan ke seluruh dunia;
"Diwajibkan kepada kamu berperang, padahal itu sesuatu yang kamu
benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik untukmu,
dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).
Untuk menguatkan perintah tersebut, maka Allah berfirman :
"Tidaklah sama antara mu'min yang tidak ikut berperang tanpa udzur
dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa
mereka. Allah memberikan fadhilah orang-orang yang berjihad dengan
harta dan jiwa mereka dari orang-orang yang tidak ikut berperang satu
derajat. Kepada masing-masing mereka Allah telah menjanjikan pahala dan
Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan yang tidak turut
serta berupa pahala yang besar." (QS. An-Nisaa' : 95).
Jika anda seorang muslim, baligh, laki-laki, tidak cacat fisik,
memiliki persiapan materi untuk bekal hidupnya, keluarganya, maka anda
wajib berjihad.
Namun, jika anda memiliki udzur seperti yang tertuang di dalam perintah Allah :
"Tidak ada dosa bagi orang-orang yang buta, orang-orang pincang, dan
orang-orang sakit, (jika mereka tidak turut serta berperang)." (QS.
Al-Fath : 17).
"Tidak ada dosa (lantaran tidak ikut berjihad) bagi orang-orang yang
lemah, orang-orang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa
yang mereka nafkahkan apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan
Rasul-Nya." (QS. At-Taubah 91).
Telah berkumandang perintah jihad di bumi Syam (Suriah). Bumi yang
diberkahi. Sebagian muslim di seantero dunia menyambut seruan ini.
Sedangkan yang lainnya menunggu. Silahkan nilai diri kita sendiri apakah
kita memiliki udzur atau tidak untuk kewajiban ini. Bagi yang memiliki
udzur, berikan doa, harta, dan kobarkan semangat untuk membantu kaum
muslim di bumi Syam.
"Ya Allah berilah pertolongan mujahidin Syam (Suriah) dan
persatukanlah hati (qalbu) mereka, dan perbaikilah hubungan antara
mereka, dan tunjukilah mereka kepada jalan keselamatan."
Tidak ada pilihan ketiga. Berdiam diri artinya melarikan diri dari kewajiban suci. (Suna)
- Majalah Hilal Ahmar | 64/IX/MAR2013 | Renungan
Senin, 26 Agustus 2013
Anak Sehat | PEMBUNUH ANAK YANG TERLUPAKAN : PNEUMONIA
Sampai saat ini, Pneumonia merupakan penyakit infeksi menular yang
masih tercatat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara
berkembang.Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) tahun 2007 melaporkan
bahwa Pneumonia merupakan penyebab kedua kematian balita setelah diare,
hal ini menunjukkan bahwa pneumonia merupaakan penyakit yang menjadi
masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi terhadap
tingginya angka kematian balita di Indonesia .
Pneumonia adalah inflammasi yang mengenai parenkim paru. Sebagian
besar disebabkan oleh mikrooorganisme (virus/bakteri) dan sebagian
kecil disebabkan oleh hal lain. Pada pneumonia yang disebabkan oleh
kuman, menjadi pertanyaan penting adalah penyebab dari pneumonia (virus
atau bakteri). Pneumonia seringkali dipercaya diawali oleh infeksi
virus yang kemudian mengalami komplikasi infeksi bakteri. Secara klinis
pada anak sulit membedakan pneumonia bacterial dengan pneumonia viral.
Pola bakteri penyebab pneumonia biasanya berubah sesuai dengan
distribusi umur pasien. Namun secara umum bakteri yang berperanan
penting dalam pneumonia adalah : Streptococcus pneumonia, haemophyllus
influenzae, Staphylococcus aureus, Streptococcus group B serta kuman
atipik Chlamydia dan Mycoplasma. Walaupun pneumonia viral dapat
ditatalaksanakan tanpa antibiotic, tapi umumnya sebagian besar pasien
diberi antibiotic karena infeksi bakteri sekunder tidak dapat
disingkirkan.
Di negara berkembang, pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh
bakteri. Bakteri yang sering menyebabkan pneumonia adalah
Streptococcus pneumonia, Haemophyllus influenza type B (HiB) dan
Staphylococcus aureus. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri-bekteri
ini dikenal sebagai pneumonia atipik. Pneumonia atipik terutama
disebabkan Mycoplasma pneumonia dan Chlamydia pneumonia.
Sedangkan di negara maju, pneumonia pada anak terutama disebabkan
oleh virus, disamping bakteri atau campuran bakteri dan virus. Virkki
dkk melakukan penelitian pada pneumonia anak dan menemukan etiologi
virus saja sebanyak 32%, campuran bakteri dan virus 30% dan bakteri
saja 22%.
Virus yang terbanyak ditemukan adalah Respiratory Syncytial
Virus (RSV), Rhinovirus, dan virus Parainfluenza. Bakteri yang
terbanyak adalah Streptococcus pneumonia, Haemophyllus influenza type
B, dan Mycoplasma Pneumoniae. Kelompok anak berusia 2 tahun ke atas
mempunyai etiologi infeksi bakteri yang lebih banyak daripada anak
berusia di bawah 2 tahun.
FAKTOR RISIKO
Factor dasar atau fundamental yang menyebabkan tingginya angka
kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh pneumonia pada anak dan
balita di negara berkembang adalah :
- Kemiskinan yang meluas
Kemiskinan yang luas berdampak besar dan menyebabkan derajat kesehatan rendah dan status sosio-ekologi menjadi buruk .
- Derajat kesehatan yang rendah
Akibat derajat kesehatan yang rendah maka penyakit infeksi termasuk
penyakit kronis dan infeksi HIV mudah ditemukan. Banyaknya komorbid lain
seperti malaria, campak, gizi kurang, defisiensi vitamin A, defisiensi
zinc, tingginya prevalensi kolonisasi pathogen di nasofaring,
tingginya kelahiran dengan berat badan lahir rendah, tidak ada atau
tidak memberikan ASI dan imunisasi yang tidak adekuat memperburuk
derajat kesehatan.
- Status sosio-ekologi yang buruk
Status sosio-ekologi yang tidak baik ditandai dengan buruknya
lingkungan, daerah pemukiman kumuh dan padat, polusi dalam ruang akibat
penggunaan bahan bakar rumah tangga dari kayu dan sekam padi dan
polusi udara luar ruang. Ditambah lagi dengan tingkat pendidikan Ibu
yang kurang memadai, serta adanya adat kebiasaan dan kepercayaan local
yang salah.
- Pembiayaan kesehatan sangat kecil
Di negara berpenghasilan rendah, pembiayaan kesehatan sangat kurang.
Sebagai gambaran kesenjangan pembiayaan kesehatan adalah sebagai
berikut ; di seluruh dunia, 87% pembiayaan kesehatan dipakai hanya
untuk 16% jumlah penduduk di negara berpenghasilan tinggi. Sisanya
yaitu 13% pembiayaan dipakai untuk sebagian besar (84%) penduduk di
negara berpenghasilan rendah.
Pembiayaan kesehatan yang tidak cukup menyebabkan fasilitas kesehatan seperti infrastruktur kesehatan untuk diagnostic dan terapeutik tidak adekuat dan tidak memadai, tenaga kesehatan yang terampil terbatas ditambah lagi dengan akses ke fasilitas kesehatan sangat kurang.
Pembiayaan kesehatan yang tidak cukup menyebabkan fasilitas kesehatan seperti infrastruktur kesehatan untuk diagnostic dan terapeutik tidak adekuat dan tidak memadai, tenaga kesehatan yang terampil terbatas ditambah lagi dengan akses ke fasilitas kesehatan sangat kurang.
- Proporsi populasi anak lebih besar
Di negara berkembang yang umumnya berpenghasilan rendah proporsi
populasi anak 37%, di negara berpenghasilan menengah 27% dan di negara
berpenghasilan tinggi hanya 18% dari total jumlah penduduk. Besarnya
proporsi populasi anak akan menambah tekanan pada pengendalian dan
pencegahan pneumonia terutama pada aspek pembiayaan.
Seluruh factor dasar di atas tidak berdiri sendiri, melainkan berupa
sebab akibat, saling terkait dan saling mempengaruhi yang terkait
sebagai factor risiko pneumonia pada anak.
Rudan et.al 2008 melaporkan 3 kelompok factor risiko yang
mempengaruhi insidens pneumonia pada anak, factor risiko tersebut adalah
;
- Factor risiko yang selalu ada, meliputi gizi kurang, berat badan lahir rendah, tidak ada / tidak memberikan ASI, polusi udara dalam ruang dan pemukiman padat.
- Factor risiko sangat mungkin
- Factor risiko yang masih mungkin
Factor risiko ini seharusnya diperhatikan secara serius dan perlu
intervensi segera agar penurunan insidens pneumonia berdampak signifikan
pada penurunan Angka Kematian Anak dan Balita.
MANIFESTASI KLINIS
Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara
ringan hingga sedang , sehingga dapat berobat jalan saja. Hanya sebagian
kecil yang berat ,mengancam kehidupan, dan mungkin terdapat komplikasi
sehingga memerlukan perawatan di rumahsakit.
Beberapa factor yang mempengaruhi gambaran klinis pneumonia pada anak adalah imaturitas anatomic dan imunologik, mikroorganisme penyebab yang luas, gejala klinis yang kadang-kadang tidak khas terutama pada bayi, terbatasnya penggunaan prosedur diagnostic nvasif, etiologi non infeksi yang relative lebih ringan, dan factor pathogenesis. Di samping itu, kelompok usia pada anak merupakan factor penting yang menyebabkan karakteristik penyakit berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan dalam tindakan pneumonia.
Gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi tetapi secara umum adalah sebagai berikut ;
Beberapa factor yang mempengaruhi gambaran klinis pneumonia pada anak adalah imaturitas anatomic dan imunologik, mikroorganisme penyebab yang luas, gejala klinis yang kadang-kadang tidak khas terutama pada bayi, terbatasnya penggunaan prosedur diagnostic nvasif, etiologi non infeksi yang relative lebih ringan, dan factor pathogenesis. Di samping itu, kelompok usia pada anak merupakan factor penting yang menyebabkan karakteristik penyakit berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan dalam tindakan pneumonia.
Gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi tetapi secara umum adalah sebagai berikut ;
- Gejala infeksi umum
Yaitu demam, sakit kepala, gelisah, malaise, penurunan nafsu makan,
keluhan gastrointestinal seperti mual, muntah atau diare ;
kadang-kadang ditemukan gejala infeksi ekstra pulmoner.
- Gejala gangguan respiratori
Yaitu batuk, sesak nafas, retraksi dada, takipneu, nafas cuping hidung, air hunger, merintih, dan cyanosis.
Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda klinis seperti pekak perkusi, suara nafas melemah, dan rhonkhi. Akan tetapi pada neonates dan bayi kecil, gejala dan tanda pneumonia lebih beragam dan tidak terlalu jelas terlihat. Pada perkusi dan auskultasi paru, umumnya tidak ditemukan kelainan.
Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda klinis seperti pekak perkusi, suara nafas melemah, dan rhonkhi. Akan tetapi pada neonates dan bayi kecil, gejala dan tanda pneumonia lebih beragam dan tidak terlalu jelas terlihat. Pada perkusi dan auskultasi paru, umumnya tidak ditemukan kelainan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis pneumonia adalah ;
- Pemeriksaan darah perifer lengkap
- Pemeriksaan C- Reactive protein (CRP)
- Uji serologis
- Pemeriksaan mikrobiologis
- Pemeriksaan rontgen thorax
TATA LAKSANA
Sebagian besar pneumonia pada anak tak perlu dirawat inap. Tetapi indikasi perawatan terutama berdasarkan berat ringannya penyakit, misalnya toksis, distress pernafasan, tidak mau makan dan mium, atau ada penyakit dasar yang lain, komplikasi dan terutama mempertimbangkan usia pasien. Neonatus dan bayi kecil dengan kemungkinan klinis pneumonia harus dirawat inap.
Sebagian besar pneumonia pada anak tak perlu dirawat inap. Tetapi indikasi perawatan terutama berdasarkan berat ringannya penyakit, misalnya toksis, distress pernafasan, tidak mau makan dan mium, atau ada penyakit dasar yang lain, komplikasi dan terutama mempertimbangkan usia pasien. Neonatus dan bayi kecil dengan kemungkinan klinis pneumonia harus dirawat inap.
Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal
dengan antibiotic yang sesuai serta tindakan suportif. Pengobatan
suportif meliputi pemberian cairan intravena, terapi oksigen, koreksi
terhadap gangguan keseimbangan asam basa, elektrolit, dan gula darah.
Untuk nyeri dan demam dapat diberikan analgetik-antipiretik. Penyakit
penyerta harus ditanggulangi dengan adekuat, komplikasi yang mungkin
terjadi harus dipantau dan diatasi.
Penggunaan antibiotic yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan
pengobatan. Tetapi antibiotic harus segera diberikan pada anak dengan
pneumonia yang diduga disebabkan oleh bakteri.
Identifikasi dini mikroorganisme penyebab tidak dapat dilukan karena
tidak tersedianya uji mikrobiologis cepat. Oleh karena itu, antibiotic
dipilih berdasarkan pengalaman empiris. Umumnya pemilihan antibiotic
empiris didasarkan pada kemungkinan etiologi penyebab dengan
mempertimbangkan usia dan keadaan klinis pasien serta factor
epidemiologis.
KOMPLIKASI
Komplikasi pneumonia pada anak meliputi empiema thoracis,
perikarditis purulenta, pneumothorax, atau infeksi ekstra pulmoner
seperti meningitis purulenta. Empiema thoracis merupakan komplikasi
tersering yang terjadi pada pneumonia bakteri.
Iltken F dkk melaporkan mengenai komplikasi miokarditis (tekanan
sistolik ventrikel kanan meningkat), keratin kinase meningkat, dan
gagal jantung (yang cukup tinggi pada seri pneumonia anak berusia 2-24
bulan). Oleh karena miokarditis merupakan keadaan yang fatal, maka
dianjurkan untuk melakukan deteksi dengan teknik non invasif seperti ;
EKG, Echocardiography, dan pemeriksaan enzyme.
PENCEGAHAN
Upaya pencegahan meliputi :
- Imunisasi
Imunisasi terhadap pathogen yang bertanggungjawab terhadap pneumoni merupakan strategi pencegahan yang spesifik .
- Non imunisasi
Meliputi pencegahan non spesifik, yaitu mengatasi berbagai factor
risiko seperti polusi udara dalam ruang, merokok, kebiasaan atau
perilaku yang tidak bersih, perbaikan gizi dengan pola makan sehat,
memberikan ASI. (dr. Meti Dewi Astuti)
Majalah Hilal Ahmar | 63/IX/FEB2013 | Anak Sehat
Langganan:
Postingan (Atom)