Senin, 15 Agustus 2011

Memeriksa Penderita Tak Sadar

Memeriksa Penderita
Tak Sadar
Pada kupasan kali ini , kita akan mengetahui bersama bagaimana memeriksa penderita yang tak sadarkan diri. Dalam keseharian, tentu dengan mudah kita dapat mengenali pada diri seseorang, apakah dia sadarkan diri atau tidak. Seseorang yang sadar adalah apabila ia sadar keadan diri dan lingkungan , dimana  ia berada dan siapakah dia.  Berbeda dengan seorang yang tak sadar ia tidak secara keseluruhan apa yang terjadi di sekelilingnya. Marilah kita buka bersama majalah hilal ahmar edisi bulan lalu, dapat kita simpulkan bahwa ketidaksadaran adalah akibat terputusnya proses yang  terjadi di otak mengalami gangguan, apakah dikarenakan cidera kepala /epilepsy/diabetes/kejang atau karena proses yang lain.
Kapan kita bahwa seseorang sedang mangalami fase tidak sadar? Yaitu apabila seseorang tidak berespon secara normal terhadap pertanyaan atau percakapanyang kita sampaikan. Seperti pertanyaan “Apa yang terjadi? Siapa namamu? Kemudian individu tadi tidak menjawab atau ia menjawab tapi dengan jawaban yang tak sesuai. Saat itulah seseorang sedang mengalami proses tak sadar dan kita sebagagai seorang first aider harus segera waspada, mengobservasi dengan teliti dan memberikan tindakan yang tepat, terhadap penderita yang mengalami suatu proses penyakit (proses tak sadar).
Kondisi yang serius ini dapat kita antisipasi dengan melaksanakan pemeriksaan atau uji pada penderita dengan merangsang stimuli penderita, seperti dengan bunyi, sentuhan atau rangsang nyeri (cubitan keras). Aopabila respon penderita baik, maka ia sebenarnya hanya mengalami proses tak sadar yang singkat untuk kemudian pulih kembali. Akan tetapi apabila penderita tidak berespon sama sekali, maka harus diingat bahwa penderita sedang mengalami suatu keadaan yang dapat berpotensi menjadi bahaya dan mengancam jiwa.
Hal-hal yang menyebabkan kondisi tak sadar:
  1. Cidera kepala, baik karena pukulan maupun penekanan.
  2. Gangguan suplai darah ke otak seperti pada kasus pingsan, serangan jantung, shock dan stroke.
  3. Gangguan komposisi kimia darah pada tubuh kita seperti: kekurangan oksigen pada asfiksia, diabetes atau keracunan obat.
  4. Gangguan aktifitas listrik di otak kita.
Catatatan:
Mendiagnosa penyebab ketidaksadaran seseorang bukanlah hal yang mudah bagi seorang first aider, namun hal ini bukan merupakan alas an untuk terlambat dalam menolong seorang penderita.
Pertolongan:
Hal terpenting dari fungsi seorang first aider dalam memberikan pertolongan pada penderita tak sadar adalah memastikan apakah jalan napas terbuka dengan baik dan bersih, serta apakah pernapasan cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Hal penting lainnya adalah mencatat kondisi penderita selama dalam pengawasannya, kondiasi penderita membaik atau memburuk.
  1. Buka jalan napas penderita dengan cara menarik kepala (didongakkan) dan rahang dibuka (jaw  thrust, heat tilt). Bersihkan segalansesuatu yang menghambat kebersihan jalan napas. Kendorkan pakaian yang mengikat (dasi, ikat pinggang dan kancing baju penderita), periksa pernapasan dan bila diperlukan lakukan teknik pemulihan ABC. Jika penderita sudah bernapas normal, posisikan pada recovey position.
  1. Periksa dengan lengkap dan cepat ada tidaknya perlukaan, perdarahan maupun patah tulang. Jika ditemukan patah tulang, lakukan pembidaian.
  2. Periksa tingkat kesadaran, rata-rata pernapasan dan ukur nadi rata-rata permenit. (Lihat table pemeriksaan tingkat kesadaran dibawah).
  3. Lengkapi tindakan yang baik dalam menangani perlukaan yang dianggap serius dan atau terjadinya patah tulang.
  4. Jika penderita tidak mengalami perlukaan serius, periksa adakah kemungkinan lain yang menyebabkan dia tidak sadar seperti ada tidaknya kartu pengenal anggota diabetes, gelang yang menunjukkan bahwa penderita mengalami penyakit tertentu dan sebagainya.
  5. Tempatkan penderita pada posisi recovery, bila perlu kenakan selimut.
Catatan:
Jika dicurigai terjadi cidera tulang belakang, tetap pioritaskan penanganan jalan napas. Dan berhati-hati dalam mengalihposisikan penderita, karena posisi recovery tidak dapat diberikan pada penderita cidera tulang belakang. Mengalihposisikan secara sembrono akan akan memperparah cidera tulang belakang.
  1. Selimuti penderita dengan jaket atau kain tebal, sehingga kehangatan terjaga.
  2. Segera rujuk ke RS dengan tetap menjaga posisi penderita aman dan nyaman.
  3. Jika terdapat penundaan kedatangan ambulan, pemeriksaan setiap sepuluh menit pada penderita perlu dilakukan. Catat rata-rata pernapasan, denyut nadi dan tingkat kesadaran.
Catatan:
  1. Jangan member sesuatu lewat mulutnya karena hal ini bisa membahayakan pernapasannya.
  2. Jangan tinggalkan penderita sendirian tanpa pengawasan.
  3. Jika penderita siuman, pastikan kestabilan tingkat kesadarannya dan anjurkan penderita untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Catat Waktu dan respon untuk tiap-tiap poin berikut
Respon Buka Mata
Respon Gerak Tubuh
Respon Suara
  1. Apakah mata membuka spontan ?
  2. Apakah penderita membuka mata hanya apabila diperintah?
  3. Apakah penderita membuka mata hanya apabila dirangsang nyeri?
  1. Apakah penderita menuruti perintah jika diminta menggerakkan tubuh?
  2. Apakah penderita bergerak bergerak apabila dirangsang nyeri?
  3. Apakah penderita tidak bergerak sama sekali walau dirangsang nyeri?
  1. Apakah respon bicara normal/sesuai/
  2. Apakah penderita Nampak bingung?
  3. Apakah penderita berbicara ngelantuur tak bermakna?
  4. Apakah penderita tidak berespon sama sekali?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar