Senin, 15 Agustus 2011


CEDERA KEPALA

Setelah membicarakan tentang stroke, penderita tak sadar dan cidera tulang belakang, pada edisi kali ini tak kalah pentingnya kita belajar bersama tentang cedera kepala. Dengan adanya kecelakaan maka berbagai system tubuh perlu kita pelajari termasuk diantaranya adalah organ kepala. Apalagi di masa sekarang ini, semakin banyak orang menggunakan kendaraan bermotor padahal jalan tak bertambah luas, sehingga resiko kecelakaan semakin tinggi. Dan salah satu organ tubuh manusia yang paling beresiko terkena bahaya adalah organ kepala. 


Bagaimanakah pertolongan pertama pada cedera kepala?

Pertama marilah kita ketahui mekanisme terjadinya cedera kepala terlebih dahulu. Istilah cedera kepala berhubungan dengan perlukaan di daerah kepala hingga terjadinya gangguan di otak penderita.  Apabila cedera kepala terjadi, maka pertama kali yang kita temukan adalah  kesadaran penderita menurun atau bahkan hilang sama sekali. Bila  kita temukan penderita pada keadaan tersebut, maka banyak kemungkinan yang terjadi, apakah itu gegar otak ringan atau  bahkan bisa terjadi perubahan struktur otak dari yang ringan sampai  berat (impresi). Kondisi semacam ini selain  berhubungan dengan penurunan kesadaran, masih ada banyak gejala penyerta yang kita temukan, semisal nyeri kepala hebat, mutah, badan kaku dan disertai perdarahan hidung dan telinga.
Pukulan atau trauma yang langsung mengenai kepala, akan dapat menyebabkan robeknya kulit kepala  kadang disertai retak/patah tulang tengkorak. Kondisi ini, merupakan jenis perlukaan yang memerlukan pertolongan khusus dan  perhatian ekstra, karena luka kecil di kulit kepala bukan mesti berarti perlukaan kecil, namun kita perlu waspada, bisa jadi itu suatu kondisi patah tulang tengkorak yang beresiko kematian..
Beberapa kondisi yang berpotensi terjadinya cedera kepala adalah : jatuh dari tempat tinggi maupun rendah, khususnya pada kondisi orang yang mengalami keracunan, kecelakaan lalu lintas, kegiatan olah raga, pekerja kontruksi bangunan maupun pekerja tambang.  Bahkan anak-anak yang sedang bermainpun dapat mengalami cedera jenis ini. Maka kita perlu berhati-hati dalam setiap aktivitas dan gunakan alat pelindung diri yang cukup dan memadai seperti helm, sabuk pengaman dan sebagainya.

GEGAR OTAK
Sering kita dengar istilah gegar otak, namun apakah sebenarnya kondisi gegar otak ini ? Pengertian gegar otak  secara  istilah dapat diberikan pengertian yang luas baik gangguan kesadaran disebabkan trauma kepala ringan atau  kadang  dilukiskan sebagai goncangan otak (Brain shaking). Apakah penyebab terjadinya gegar otak ?  Gegar otak dapat disebabkan oleh  trauma tumpul yang mendarat di kepala (seperti pukulan, tendangan dsb), atau jatuh dari suatu ketinggian dan kadang pukulan yang mengenai dagu juga dapat mengakibatkan gegar otak.
Gegar otak  tiddak mesti disertai dengan hilangnya kesadaran, terkadang gegar otak hanya  berjalan   sepintas/sekejap saja, bahkab penderita terkadang tidak menyadari bahwa ia baru saja mengalami ”Brain Shaking”. Hal ini dapat berbentuk penderita lupa akan kejadian yang baru saja ia alami. Dengan demikian, sangat penting bagi kita untuk tetap mengobservasi seseorang yang baru saja mengalami trauma  yang berhubungan dengan kepala. Jika penderita yang kita dampingi kondisinya memburuk dan kesadaran semakin menurun, segera rujuk ke RS terdekat sebelum terlambat.

Tanda dan Gejala 

- Hilang kesadaran dalam waktu singkat (lupa akan kejadian).
Jika penderita tak sadar, akan kita temukan :
- Napas lambat
- Wajah pucat
- Kulit dingin dan lembab
- Nadi cepat dan lemah

Waktu pemulihan
- Penderita merasa mual dan mutah

Waktu  sadar
- Penderita tidak ingat kejadian yang dialami kecuali yang ia ingat hanyalah setelah kejadian. Tanyakan ke penderita waktu kejadian, dimana lokasi dan bagaimana kejadiannya. Jika penderita tidak ingat kejadiannya, maka berarti ia mengalami gegar otak.

Pertolongan

1. Pada kejadian dimana penderita sudah mengalami pemulihan, serahkan perawatan kepada orang yang bertanggung jawab dan nasihatkan untuk segera periksa ke RS.
2. Lakukan perawatan umum dan penanganan yang baik seperti jalan napas, perlukaan yang ada dan sebagainya, pada penderita yang tak sadar..
3. Periksa rata-rata pernapasan, nadi  dan tingkat kesadaran. Periksa betul-betul ada tidaknya tengkorak kepala yang retak atau patah, meski penderita telah sadar betul.
4. Meskipun penderita mengalami tidak sadar walau hanya sementara atau anda mengalami keraguan tentang kondisi penderita, maka segera rujuk RS terdekat.
5. Jika ketidaksadaran menetap dalam jangka waktu lama dan anda curiga penderita mengalami patah tulang tengkorak, maka lakukan langkah pertolongan sebagai berikut.

PATAH TULANG TENGKORAK (COMPRESION) DAN PERDARAHAN OTAK

Patah tulang tengkorak adalah kondisi serius, dimana otak mendapat tekanan berat dari darah yang mengumpul sedikit demi sedikit dalam tulang tengkorak. Selain darah yang menekan, penekanan dapat pula terjadi oleh tulang tengkorak yang patah /legok ke dalam. Penekanan ini dapat terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari  setelah  penderita pulih dari  gegar otak. 

Tanda dan Gejala

Karena terjadi kompresi tulang, maka tanda-tanda penurunan kesadaran akan terjadi 
- Suara napas menjadi berisik.
- Nadi kuat tetapi lambat.
- Pupil mata terjadi pebedaan ukuran besarnya.
- Lemah salah satu sisi anggota tubuh.
- Temperatur tubuh meningkat  dan wajah  membiru berkesan  kering.

Tujuan
Menyusun segera rencana rujukan ke RS

Penanganan
1. Lakukan pertolongan kepada penderita terutama  jalan napas, perdarahan maupun perlukaan yang ada.
2. Lakukan pertolongan terhadap tanda-tanda rejatan.
3. Susun segera rencana rujukan ke RS, dan jaga pada posisi pemulihan (recovery position).


Catatan 
Penting untuk menjaga jalan napas yang baik dan pastikan oksigen masuk  dalam jumlah yang cukup untuk mensuplai daerah yang mengalami penekanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar