Senin, 15 Agustus 2011

BILIK REDAKSI


Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu!

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam untuk pemimpin para Nabi dan Rasul. Juga untuk keluarga, shahabat beliau, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari pembalasan.

Allah menciptakan manusia dalam wujud yang terbaik. Dia menghimpun manusia dari jasad dan ruh. Ketika manusia mengemban amanah, Allah mengujinya dengan hawa nafsu dan perintah; nikmat dan musibah; serta perkara yang dicinta dan dibenci jiwa. Di dunia, Allah memerintahkan manusia untuk beriman dan beramal saleh. Dengan itu, Allah menjanjikan kebahagiaan di dunia dan surga di akhirat.

Hari demi hari, kejatuhan penguasa negeri terjadi di bumi. Dari tanduk Afrika, para penguasa tunduk pada kemarahan rakyat. Yaumul ghadb. Periode jatuhnya penguasa. Berdasar Master Plan siapa? Amerika Serikat atau musuh nomor wahidnya, Al Qaida? Hanya Allah yang Maha Tahu.


Di bumi pertiwi, kerusuhan horizontal mulai terjadi. Bentrok antara orang suni dengan ahmadiyah melahirkan petaka. Siapa yang menodai agama? Di hampir banyak negara bahkan di tempat kelahiran ahmadiyah, sudah disepakati bahwa ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam. Di Indonesia, meski sudah dinyatakan menyimpang oleh MUI, Kementrian Agama, dan sebagian para tokoh Islam. Namun negara belum menegaskan hal tersebut.

Belum lagi, pembakaran gereja. Oleh kemarahan massa atas vonis ringan penista agama. Akhirnya tanpa pengamanan aparat yang punya kuasa, gereja pun diamuk masa.

Terjadi pula, perusakan pondok pesantren yang diduga beraliran syi’ah oleh massa. Beberapa santri mengelami cedera. Sekali lagi, aparat terlihat tidak berdaya.

Kepada siapa masyarakat akan berlindung di bumi pertiwi ini? Ketika aparat yang menyandang senjata hanya menjadi penonton semata. Datang dengan pasukan besar setelah petaka, apalah artinya. Siapa bermain apa, merupakan hipotesa saja.

Bencana, konflik sosial, konflik bersenjata, jatuhnya perekonomian, adalah suatu pertanda. Hancurnya peradaban lama. Akan lahirnya sebuah peradaban baru. Peradaban yang lurus. Yang membawa kedamaian bagi umat manusia. Baik di qalbu, keluarga, masyarakat, negara, dan dunia.

Di Bandung semua bermula. Kampanye Blokade Gaza putaran kelima. Di masjid Istiqomah Bandung ribuan umat datang dengan penuh makna. Mendengarkan petuah dari penggiat amal Islam, dr. Joserizal Jurnalis, Ust. Bambang Sukirno, dan Ust. Athian. Dan penjelasan terbaru kondisi Gaza oleh Angga Dimas, relawan Hilal Ahmar.

Hilal Ahmar Solo meluncuran produk baru, Hilal Ahmar Press. Yang bertugas menerbitkan buku-buku kesehatan dan kemanusian yang bermanfaat bagi masyarakat. Insya Allah, buku perdana diluncurkan bulan Maret, dengan judul “Revolusi Ilmuwan Muslim bagi Kedokteran”. Silahkan cari di toko buku terdekat anda.

Pembaca yang kami hormati. Tak pernah lelah kami hadir di hadapan anda. Bukan untuk meminta, namun menjalin kerjasama. Silahkan salurkan apa yang anda punya kepada bendahara kami. Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. Dalam bingkai Ridha Allah Ta’ala semata.

Tetap sehat, tetap setia bekerjasama!

Wassalamu’alaikum wa rahmatulahi wa barakatuh!

Sunardi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar