Senin, 15 Agustus 2011

Kemoterapi, Manfaat dan Efek Samping


Kemoterapi, Manfaat dan Efek Samping

Kemoterapi merupakan suatu perawatan obat yang menggunakan bahan kimia yang kuat untuk membunuh sel-sel yang tumbuh cepat dalam tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan untuk mengobati kanker, karena sel-sel kanker tumbuh dan berkembang biak jauh lebih cepat daripada kebanyakan sel dalam tubuh. Terdapat kurang lebih 130 jenis penyakit kanker, yang mempengaruhi kondisi tubuh kita dengan berbagai macam cara dan membutuhkan penanganan yang berbeda- beda. Tetapi semua jenis kanker itu memiliki kesamaan, terdiri atas sel-sel yang membelah dengan cepat dan tumbuh  tak terkontrol. Fungsi utama obat-obat kemoterapi adalah mengenali dan menghancurkan sel-sel seperti ini. Obat yang digunakan dalam kemotarapi dapat tunggal atau kombinasi.

Pada kasus kanker pengobatan utama adalah melalui :
1.      Pembedahan atau opersi
2.      Kemoterapi atau dengan cara pemberian obat-obatan
3.      Radioterapi atau penggunaan sinar radiasi
Pada kenyataannya secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan di atas, misalnya pembedahan yang diikuti kemoterapi atau  radioterapi , bahkan kadang  pengobatan digunakan dengan 3 kombinasi (pembedahan, kemoterapi dan radioterapi). Pada dasarnya tujuan utama dari pembedahan adalah mengangkat kanker secara keseluruhan karena kanker hanya dapat sembuh apabila belum menjalar ke tempat lain. Sedangkan kemoterapi dan radiasi tidak lain bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang masih tertinggal.
Manfaat kemoterapi antara lain adalah :
1.      Pengobatan
Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu  jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi
2.      Kontrol
Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan  kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain.
3.      Mengurangi Gejala
Bila kemoterapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada penderita, seperti meringankan rasa sakit dan memberikan perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran kanker pada daerah yang diserang.
                Kemoterapi dapat diberikan dengan cara infus, suntikan langsung (pada otot, bawah kulit, rongga tubuh ) dan cara diminum (tablet / kapsul). Tergantung jenisnya, kemoterapi ada yang diberikan setiap hari, seminggu sekali, tiga minggu sekali, tiga minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Berapa seri penderita harus menjalani kemoterapi,  juga tergantung pada  jenis kanker penderita.
Meskipun kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati berbagai jenis kanker, perawatan kemoterapi juga membawa risiko dan efek samping bagi tubuh.  Ada orang  yang samasekali tidak merasakan adanya efek samping kemoterapi, adapula yang mengalami efek samping ringan dan bahkan ada yang sangat menderita karenanya. Ada tidak atau berat ringannya efek samping kemoterapi tergantung pada banyak hal, antara lain jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh pasien, kondisi psikis pasien dan sebagainya.
 Efek samping kemoterapi timbul karena obat-obat kemoterapi sangat kuat dan  tidak hanya membunuh sel-sel kanker tetapi juga menyerang sel-sel sehat terutama sel-sel yang membelah dengan cepat. Karena itu efek samping kemoterapi muncul pada bagian bagian tubuh yang sel-selnya membelah dengan cepat. Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan dan beberapa waktu setelah  pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah antara lain:
  1. Lemas
Merupakan efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung terus hingga akhir pengobatan
  1. Mual dan muntah
Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat antimual yang diberikan sebelum, selama atau sesudah pengobatankemoterapi. Mual dan muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.
  1. Gangguan pencernaan
Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare dapat diatasi dengan mengurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB dapat diatasi dengan memperbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan
  1. Sariawan
Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi.
  1. Rambut rontok
Kerontokan  rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimuali. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai
  1. Otot dan syaraf
Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari  tangan atau kaki serta kelemahan  pada otot kaki.Sebagian bisa terjadi sakit pada otot.
  1. Efek pada darah
Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuatansel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leukosit). Penurunan sel darah terjadi setiap kemoterapi dan te darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi selanjutnya untuk memastikan jumlahse; darah telah kembali normal. Penurunan sel darah dapat mengakibatkan :
a.       Mudah terkena infeksi
Hal ini disebabkan oleh karena jumlah leukosit turun, karena leukosit adalah sel darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat yang bisa meningkatkan jumlah leukosit
b.      Perdarahan
Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah. Penurunan jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah di kulit
c.       Anemia
Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan Hb (hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat
  1. Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna
Lebih sensitif terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang
  1. Produksi hormon
Menurunkan nafsu seks dan kesuburan
                Meskipun dapat menimbulkan adanya efek samping di atas, akan tetapi setiap obat memiliki efek samping yang berbeda, serta reaksi tiap orang pada tiap siklus juga berbeda. Efek samping yang timbul bersifat sementara, akan pulih bila kemoterapi dihentikan. Wallohu a`lam. (Farida Yanuarti DK, S.Farm Apt)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar