Jumat, 30 Juli 2010

GANGGUAN KEPRIBADIAN OBSESIF KOMPULSIF

SEHAT MENTAL
GANGGUAN KEPRIBADIAN OBSESIF KOMPULSIF

Gangguan kepribadian didefinisikan sebagai pola yang bertahan lama dari pengalaman pribadi dan tingkah laku yang menyimpang secara jelas dari harapan dari kultur yang orang tersebut tunjukkan.
              Obsessive-compulsive personality disorder (OCPD) atau gangguan kerpibadian obsesif kompulsif adalah gangguan kepribadian yang melibatkan suatu obsession (ide menetap yang tidak diinginkan) tentang kesempurnaan, aturan, dan pengaturan.
              Orang dengan OCPD akan merasa cemas  ketika mengetahui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan baik. Ini akan membuat kebiasaan dan aturan bagi cara mengerjakan sesuatu, apakah untuk dirinya sendiri atau keluarganya.

Tanda dan Gejala

Gejala utama dari OCPD adalah keasyikan dengan detail, aturan, daftar, perintah, pengaturan, dan jadwal, menjadi sangat kaku dan tidak luwes dalam keyakinan, menunjukkan kesempurnaan yang mempengaruhi penyelesaian tugas, perhatian yang berlebihan pada hasil dengan waktu mereka, menjadi sangat teliti, memiliki moral, etika, dan nilai yang teguh, penyimpanan hal yang tidak akan lama memiliki nilai, dan enggan mempercayai tugas atau pekerjaan kepada orang lain karena takut bahwa standar mereka tidak akan ketemu.
              Penyelesaian tugas atau masalah oleh pribadi OCPD dapat dipengaruhi ketika waktu yang berlebihan digunakan untuk memperoleh sesuatu yang dianggap benar. Hubungan pribadi dan sosial sering dalam ketegangan serius karena pribadi OCPD meminta dengan tegas tanggungjawab dan satu-satunya orang yang mengetahui apa yang benar.
              Ketidakbersihan terlihat pada pribadi OCPD sebagai bentuk kurang sempurna, sebagai ketidakrapian. Mereka biasa menghabiskan waktu dengan sikap yang tepat, sebagai contoh menempatkan sesuatu secara tepat di tempat yang tepat dengan sikap yang tepat. OCPD menderita kecemasan tentang potensi kesalahan pada kehidupan mereka dan menanggapinya dengan menyimpan uang. Menyimpan uang yang tidak normal/patologis, terlihat seperti kikir atau pelit terhadap orang lain, akan terjadi untuk meminimalkan pengeluaran harian.
              Terdapat wilayah moral abu-abu bagi orang yang terkena OCPD. Kegiatan dan keyakinannya sempurna benar atau pasti salah, dengan pribadi OCPD selalu benar. Seperti yang diketahui, hubungan antar pribadi sulit karena harapan yang berlebihan pada teman, patner romantis, dan anak-anak. Suatu saat frustasi dengan orang lain yang tidak mengerjakan apa yang pribadi OCPD inginkan menumpahkan kemarahan bahkan kekerasan. Orang dengan OCPD sering memiliki pandangan negatif  kehidupan (pesimis) dengan sedikit bentuk depresi. Ini menjadi saat yang serius untuk percobaan bunuh diri sebagai resiko yang nyata.
              Orang dengan OCPD, ketika cemas atau gembira akan mengalami tic (gerakan berulang, kompulsif, dan tidak disadari, biasanya mengenai wajah dan bahu), menyeringai atau membuat kegaduhan atau melakukan sesuatu yang impulsive (penentuan bertindak yang tiba-tiba dan tak terkendali), dan tindakan yang tidak dapat diprediksi, termasuk mengambil resiko. Mereka menjaga rumah mereka secara sempurna aturannya, atau merasa cemas menugaskan pekerjaan kepada orang lain kecuali akan dikerjakan secara sempurna.

Penyebab

              Penelitian pada keluarga yang cenderung OCPD melalui penelitian DNA. Dua penelitian menyatakan bahwa orang yang memiliki gen DRD3 akan berkembang menjadi OCPD dan depresi, terutama jika laki-laki. Secara genetik, akan belum muncul sampai ada pemicu oleh peristiwa tertentu yang menjadi predisposisi OCPD. Perspektif ini memiliki implikasi penting. Anak yang lahir dengan predisposisi (respon tubuh terhadap penyakit yang sifatnya laten dan dapat diaktifkan dalam keadaan tertentu) genetik  tidak pernah berkembang menjadi perangai penuh. Banyak tergantung pada konteks dimana anak-anak dibesarkan. Jika OCPD muncul pada konteks dimana anak-anak yang memiliki predisposisi genetik meningkat, OCPD akan dipicu, dan kemudian berkembang pada anak-anak. Sebagai contoh, jika anak-anak dibesarkan dalam keluarga yangmenderita OCPD, predisposisi anak akan tersingkap dengan sendirinya melalui sikap dan tingkah laku.  Sebaliknya juga benar. Pada hipotesa  ini, pada tahapan, belum sepenuhnya diteliti. Perspektif kedua menyatakan bahwa anak-anak yang tidak mewarisi genetis akan sama mengadopsi  bentuk interaksi dan sikap keluarga.

Diagnosis

DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder)

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder fourth edition, DSM IV-TR, (panduan diagnostic dan statistik gangguan mental edisi ke empat), sebuah panduan yang digunakan secara luas untuk mendiagnosa gangguan penyakit, mendefinisikan OCPD (obsessive-compulsive personality disorder) (pada Axis II Cluster C) sebagai :

Bentuk yang mudah menyebar dari keasyikan dengan jalur perintah, kesempurnaan, dan kontrol   mental dan antar personal, dengan pengorbanan keluwesan, keterbukaan, dan efisiensi, dimulai pada awal masa dewasa dan hadir pada berbagi variasi konteks, dengan indikasi empat atau lebih daftar berikut ini :

1.      Keasyikan dengan detail, daftar, perintah, pengaturan, atau jadwal pada batas dimana titik utama dari kegiatan menjadi hilang.
2.      Mempertontonkan kesempurnaan yang mempengaruhi penyelesaian tugas (seperti contoh, tidak dapat  menyelesaikan proyek karena standar diri sendiri yang kaku dan tidak bertemu).
3.      Berlebih-lebihan bekerja dan produksi dengan pengecualian kegiatan waktu senggang dan persahabatan (tidak dihitung sebagai keperluan yang bernilai ekonomi).
4.      Sangat teliti, kesopanan, dan keteguhan moral, etika, atau nilai (tidak dinilai oleh identifikasi kultur atau agama).
5.      Tidak dapat membiarkan objek usang atau tidak berguna bahkan ketika mereka tidak memiliki  nilai yang sentimental.
6.      Enggan mendelegasikan tugas atau pekerjaan kepada orang lain jika mereka tidak mengajukan secara tepat caranya mengerjakan.
7.      Mengadopsi gaya pengeluaran yang kikir baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, uang dianggap sebagai sesuatu yang harus disimpan untuk masa depan yang kacau.
8.      Mempertontonkan kekakuan dan keras kepala.


WHO (World Health Organization)

WHO atau Badan Kesehatan Dunia mendefinisikan konsep mirip gangguan OCPD yang disebut Anankastic personality disorder :

Memiliki karakteristik paling sedikit tiga dari :

1.      Perasaan berlebihan ragu-ragu dan peringatan.
2.      Keasyikan dengan detail, aturan, daftar, perintah, pengaturan atau jadwal.
3.      Kesempurnaan yang mempengaruhi penyelesaian tugas.
4.      Berlebih-lebihan dalam ketelitian dan kesopanan dan keasyikan dengan produktivitas dengan pengecualian kesenangan dan hubungan antar personal.
5.      Berlebih-lebihan dalam menitiberatkan peraturan dan hal-hal yang kecil atau terlalu menitikberatkan teori dan ketaatan pada kebiasaan sosial.
6.      Kekakuan dan keras kepala.
7.      Permintaan tegas yang tidak rasional oleh pribadi terhadap orang lain yang mengajukan secara jelas bagaimana caranya melakukan sesuatu atau keengganan yang tidak rasional untuk mengijinkan orang lain melakukan sesuatu.
8.      Kekacauan dari permintaan yang tegas dan pikiran atau desakan yang tidak diinginkan.

Pengobatan

Pengobatan OCPD secara normal melibatkan psikoterapi dan bantuan diri sendiri. Obat anti kecemasan akan mengurangi rasa ketakutan sementara anti depresan dapat mengurangi rasa frustasi, mengurangi keras kepala dan termenung yang negatif.  

Psikoterapi

     Terapi tingkah laku kognitif.
     Terapi tingkah laku- mendiskusikan dengan psikoterapis untuk mengubah dorongan menjadi lebih sehat, tingkah laku produktif. Bentuk efektif terapi ini ditemukan pada terapi analiktik kognitif.
     Psikoterapi- mendiskusikan dengan konselor yang terlatih atau psikoterapis yang mengetahui kondisi.
     Psikofarmakologi- Seorang ahli jiwa (dokter psikiatri) akan meresepkan obat untuk memfasilitasi pengaturan diri dan juga dapat berpartisipasi secara lebih produktif dengan terapi yang lain.

Epidemiologi

Penderita OCPD terjadi pada 1% dari populasi umum. Merupakan 3%-10% pasien psikiatri. Terjadi dua kali lebih banyak pada laki-laki dibanding wanita. (dr. Sunardi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar