Minggu, 08 September 2013

Info Obat : INFO OBAT ASAM URAT (GOUT) & MAKANAN YANG PERLU DIHINDARI

Gout atau Asam Urat merupakan penyakit yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mengarah pada pembentukan kristal urat yang akan tertimbun dalam jaringan tubuh terutama sendi. Ketika kristal urat ini masuk ke dalam sendi akan mengakibatkan serangan berulang dalam bentuk peradangan sendi (arthritis). Gout kronik juga dapat mengakibatkan timbunan yang keras di dalam maupun diluar sendi dan dapat menyebabkan kerusakan sendi, menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan terjadinya batu ginjal.

Gizi : Manfaat konsumsi sayur dan buah untuk mencegah osteoporosis

Salah satu masalah kesehatan yang mengancam jutaan orang di Indonesia adalah osteoporosis. Penyakit ini disebut juga dengan pengeroposan tulang, yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Kerusakan tulang yang terjadi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memperbaikinya.

Sehat Lingkungan : MENGELOLA SAMPAH


Dua hari hujan turun terus menerus membuat ibukota lumpuh karena banjir. Luapan air tidak hanya mengenai pemukiman kumuh di bantaran kali, namun juga ikut menggenangi perumahan mewah di tengah kota. Dampak kemanusiaan muncul ketika puluhan ribu menjadi pengungsi. Butuh tempat berlindung, kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan toilet. Sementara ada juga dampak sosial berupa penjarahan toko dan rumah mewah yang ditinggal penghuninya. Sepertinya jargon keadilan sosial masih jauh dari realita.

Bilik Redaksi Edisi 64/IX/MAR2013


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh!

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga terlimpah kepada junjungan kita Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam, para keluarga, para sahabat dan umat Islam di seluruh dunia.

Konsultasi Kesehatan : Anak Demam

Konsultasi Kesehatan

Pertanyaan :

ANAK DEMAM

PERTANYAAN

Assalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Dok, anak saya usia 8 bulan kepalanya panas tapi badannya gak panas. Cuma kadang anget malam nangis terus terutama menjelang pagi, nafsu makan menurun, mohon dijelaskan.
Abu Furqon – Cikarang
085780298xxx

Wassalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

First Aid : PERTOLONGAN LUKA BAKAR PADA AREA TUBUH YANG LUAS

Pada eedisi yang lalu telah kita kupas luka bakar yang ringan atau luka yang ditimbulkan cukup kecil. Permasalahannya, tidak selamanya penyebab luka bakar adalah air panas yng sedikit, bisa jadi pada satu kesempatan dalam jumlah besar, misal seember atau sepanci air panas mengenai tubuh seseorang. Bagaimana pertolongan pertama yang perlu kita lakukan?

Description: 1
  • Baringkan penderita, jaga betul-betul area luka bakar tidak bersentuhan dengan lantai atau tanah, jika memungkinkan. Luka bakar tadi, masih menyisakan rasa sakit yang hebat pada penderita, oleh karena itu dapat kita tuangkan air secukupnya, hinggarasa nyeri berkurang. Awasi tanda-tanda penurunan kesadaran yang terjadi.
  • Periksa adakah peralatan yang membelit tubuh penderita seperti cincin, ikat pinggan sepatu dll. Sebelum terjadinya pembengkakan pada luka bakar pada area tubuh tadi.
  • Pelan-pelan, anda lepas baju yang dikenakan penderita. Tentunya baju kita lepas ketika keadaan baju sudah dingin, karena telah beberapa waktu terndam dalam air panas.
  • Catatan : jangan sekali-kali melepas  sesuatu yang melekat pada kulit penderita yang mengalami luka bakar.
    Description: 2
    • Tutup area luka bakar tadi dengan kain steril/bersih, perhatikan dalam memilih penggunaan kain, jangan gunakan penutup kain yang tenunannya mudah rontok, seperti kain dari domba atau sejenisnya. Dari jenis kain plastik juga dapat digunakan, dan jenis ini baik digunakan untuk daerah tangan atau kaki. Jika perlu dapat kita gunakan plaster untuk memperkuat kain penutup tadi.
    CATATAN:
    • Jangan anda pecah blister yang ada.
    • Jangan gunakan lotions, salep ataupun lemak pada area luka.
    Description: 3
    • Untuk luka pada bagian wajah, prosedur sama. Dinginkan luka bakar dengan menyiram air hingga rasa nyeri berkurang. Tidak perlu ditutup, atau kalau diperlukan penutup luka, dapat anda gunakan sarung bantal, dengan lubang untuk daerah mata, hidung dan mulut.
    • Pada penderita luka bakar yang berat, diperlukan immobilisasi tubuh penderita supaya tidak banyak bergerak.
    • Untuk memperkecil terjadinya rejatan/syok/penurunan kesadaran, terapkan cara-cara pencegahan syok. Diantaranya kaki ditinggikan, sehingga aliran pembuluh darah mayoritas akan ke arah kepala penderita.
    • Apabila penderita tidak sadar, gunakan teknik ABC dan atur posisi penderita pada posisi recovery/pemulihan.
    • Rujuk penderita segera ke RS, jaga posisi penderita ama dan nyaman. Jika diperlukan dapat menggunakan stretcher/tandu untuk membawa penderita.

    LUKA BAKAR PADA MULUT DAN TENGGOROKAN
    Seperti kita ketahui bersama, perlukaan dapat terjadi di berbagai organ tubuh termasuk di antaranya mulut dan tenggorokan. Bahkan luka pada area ini termasuk salah satu kegawatan yang perlu segera ditangani, mengapa demikian. Ya karena luka bakar ini berhubungan dengan jalan napas kita.
    Apa penyebab  terjadinya perlukaan pada area ini?
    • Minum minuman yang sangat panas.
    • Menelan cairan korosif.
    • Menghirup udara/gas  yang sangat panas.
    Perlukaan jenis ini jangan sekali-kali dianggap remeh, karena area mulut dan tenggorokan cepat mengalami pembengkakan dan berpotensi menyumbat jalan napas yang akan mengakibatkan penderita mengalami kesulitan bernapas dan dapat mengalami kekurangan oksigen /asphiksia. Pada kondisi ini, penderita perlu segera ditenangkan supaya tidak panik, karena kepanikan akan memperburuk keadaan.
    Tanda dan gejala
    • Penderita mengeluhkan nyeri hebat di area yang mengalami luka bakar.
    • Daerah sekitar mulut mengalami cidera/luka.
    • Penderita Kesulitan bernapas.
    • Dapat terjadi penurunan kesadaran atau bahkan tidak sadar sama sekali.
    • Tanda-tanda terjadinya syok.
    Tujuan: merujuk penderita segera ke RS
    Pertolongan
    • Tenangkan penderita.
    Description: 140
    • Jika penderita sadar dapat melakukan perintah, berikan minum secara periodik dalam waktu tertentu.
    • Lepas peralatan yang melilit leher dan dada penderita.
    Description: 140-2
    • Jika penderita tidak sadar, buka mulut penderita dan periksa kemampuan bernapasnya. Lakukan teknik ABC secara lengkap, dan posisikan penderita dalam posisi recovery.
    • Untuk memperkecil terjadinya rejatan/syok/penurunan kesadaran, terapkan cara-cara pencegahan syok. Diantaranya kaki ditinggikan, sehingga aliran pembuluh darah mayoritas akan ke arah kepala penderita.
    • Rujuk penderita segera ke RS, jaga posisi penderita ama dan nyaman. Jika diperlukan dapat menggunakan stretcher/tandu untuk membawa penderita.
    • Majalah Hilal Ahmar | 64/IX/MAR2013 | First Aid

    Sehat Sekilas : KOLIK PADA BAYI

    Kolik sering digambarkan sebagai sebuah sindroma tingkah laku yang memiliki karakteristik menangis berlebihan dengan tiba-tiba. Kolik sering terjadi pada malam hari, dan terjadi tanpa sebab yang pasti. Selama episode kolik, seorang neonatus sehat atau bayi berumur 2 minggu sampai 4 bulan sulit dihibur. Mereka kaku, mendekatkan kaki mereka, dan mengeluarkan kentut. Kolik adalah salah satu alasan orang tua mencari nasihat dokter selama kehidupan bayi tiga bulan pertama.

    Info Mitra : SERAH TERIMA BANTUAN OBAT- OBATAN

    Kamis, 31 Januari 2013 pukul 13.00 waktu setempat, diadakan acara semi formal terkait serah terima bantuan obat-obatan yang dibawa tim HASI untuk Rumah Sakit Lapangan Salma yang dibeli dengan dana  dari Umat Islam di Indonesia.

    Renungan : UDZUR

    Sebuah perintah Allah telah dikumandangkan ke seluruh dunia;

    "Diwajibkan kepada kamu berperang, padahal itu sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik untukmu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).

    Untuk menguatkan perintah tersebut, maka Allah berfirman :
    "Tidaklah sama antara mu'min yang tidak ikut berperang tanpa udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah memberikan fadhilah orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka dari orang-orang yang tidak ikut berperang satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah telah menjanjikan pahala dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan yang tidak turut serta berupa pahala yang besar." (QS. An-Nisaa' : 95).

    Jika anda seorang muslim, baligh, laki-laki, tidak cacat fisik, memiliki persiapan materi untuk bekal hidupnya, keluarganya, maka anda wajib berjihad.

    Namun, jika anda memiliki udzur seperti yang tertuang di dalam perintah Allah :
    "Tidak ada dosa bagi orang-orang yang buta, orang-orang pincang, dan orang-orang sakit, (jika mereka tidak turut serta berperang)." (QS. Al-Fath : 17).

    "Tidak ada dosa (lantaran tidak ikut berjihad) bagi orang-orang yang lemah, orang-orang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan  apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya." (QS. At-Taubah 91).

    Telah berkumandang perintah jihad di bumi Syam (Suriah). Bumi yang diberkahi. Sebagian muslim di seantero dunia menyambut seruan ini. Sedangkan yang lainnya menunggu. Silahkan nilai diri kita sendiri apakah kita memiliki udzur atau tidak untuk kewajiban ini. Bagi yang memiliki udzur, berikan doa, harta, dan kobarkan semangat untuk membantu kaum muslim di bumi Syam.

    "Ya Allah berilah pertolongan mujahidin Syam (Suriah) dan persatukanlah hati (qalbu) mereka, dan perbaikilah hubungan antara mereka, dan tunjukilah mereka kepada jalan keselamatan."
    Tidak ada pilihan ketiga. Berdiam diri artinya melarikan diri dari kewajiban suci. (Suna)

    • Majalah Hilal Ahmar | 64/IX/MAR2013 | Renungan

    Senin, 26 Agustus 2013

    Anak Sehat | PEMBUNUH ANAK YANG TERLUPAKAN : PNEUMONIA

    Sampai saat ini, Pneumonia merupakan penyakit infeksi menular yang masih tercatat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang.Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) tahun 2007 melaporkan bahwa Pneumonia merupakan penyebab kedua kematian balita setelah diare, hal ini menunjukkan bahwa pneumonia merupaakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian balita di Indonesia .

    Pneumonia adalah inflammasi yang mengenai parenkim paru. Sebagian besar disebabkan oleh mikrooorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain. Pada pneumonia yang disebabkan oleh kuman, menjadi pertanyaan penting adalah penyebab dari pneumonia (virus atau bakteri). Pneumonia seringkali dipercaya diawali oleh infeksi virus yang kemudian mengalami komplikasi infeksi bakteri. Secara klinis pada anak sulit membedakan pneumonia bacterial dengan pneumonia viral.

    Pola bakteri  penyebab pneumonia biasanya berubah sesuai dengan distribusi umur pasien. Namun secara umum bakteri yang berperanan penting dalam pneumonia adalah : Streptococcus pneumonia, haemophyllus influenzae, Staphylococcus aureus, Streptococcus group B serta kuman atipik Chlamydia dan Mycoplasma. Walaupun pneumonia viral dapat ditatalaksanakan tanpa antibiotic, tapi umumnya sebagian besar pasien diberi antibiotic karena infeksi bakteri sekunder tidak dapat disingkirkan.

    Di negara berkembang, pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang sering menyebabkan pneumonia adalah  Streptococcus pneumonia, Haemophyllus influenza type B (HiB) dan Staphylococcus aureus. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri-bekteri ini dikenal sebagai pneumonia atipik. Pneumonia atipik terutama disebabkan Mycoplasma pneumonia dan Chlamydia pneumonia.

    Sedangkan di negara maju, pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh virus, disamping bakteri atau campuran bakteri dan virus. Virkki dkk melakukan penelitian pada pneumonia anak dan menemukan etiologi virus saja sebanyak 32%, campuran bakteri dan virus 30% dan bakteri saja 22%. 

    Virus yang terbanyak ditemukan adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Rhinovirus, dan virus Parainfluenza. Bakteri yang terbanyak adalah Streptococcus pneumonia, Haemophyllus influenza type B, dan Mycoplasma Pneumoniae. Kelompok anak berusia 2 tahun ke atas mempunyai etiologi infeksi bakteri yang lebih banyak daripada anak berusia di bawah 2 tahun.

    FAKTOR RISIKO

    Factor dasar atau fundamental yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh pneumonia pada anak dan balita di negara berkembang adalah :
    1. Kemiskinan yang meluas
    Kemiskinan yang luas berdampak besar dan menyebabkan derajat kesehatan rendah dan status sosio-ekologi menjadi buruk .
    1. Derajat kesehatan yang rendah
    Akibat derajat kesehatan yang rendah maka penyakit infeksi termasuk penyakit kronis dan infeksi HIV mudah ditemukan. Banyaknya komorbid lain seperti malaria, campak, gizi kurang, defisiensi vitamin A, defisiensi zinc, tingginya prevalensi kolonisasi pathogen di nasofaring, tingginya kelahiran dengan berat badan lahir rendah, tidak ada atau tidak memberikan ASI dan imunisasi yang tidak adekuat memperburuk derajat kesehatan.
    1. Status sosio-ekologi yang buruk
    Status sosio-ekologi yang tidak baik ditandai dengan buruknya lingkungan, daerah pemukiman kumuh dan padat, polusi dalam ruang akibat penggunaan bahan bakar rumah tangga dari kayu dan sekam padi dan polusi udara luar ruang. Ditambah lagi dengan tingkat pendidikan Ibu yang kurang memadai, serta adanya adat kebiasaan dan kepercayaan local yang salah.
    1. Pembiayaan kesehatan sangat kecil
    Di negara berpenghasilan rendah, pembiayaan kesehatan sangat kurang. Sebagai gambaran kesenjangan pembiayaan kesehatan adalah sebagai berikut ; di seluruh dunia, 87% pembiayaan kesehatan dipakai hanya untuk 16% jumlah penduduk di negara berpenghasilan tinggi. Sisanya yaitu 13% pembiayaan dipakai untuk sebagian besar (84%) penduduk di negara berpenghasilan rendah.
    Pembiayaan kesehatan yang tidak cukup menyebabkan fasilitas kesehatan seperti infrastruktur kesehatan untuk diagnostic dan terapeutik tidak adekuat dan tidak memadai, tenaga kesehatan yang terampil terbatas ditambah lagi dengan akses ke fasilitas kesehatan sangat kurang.
    1. Proporsi populasi anak lebih besar
    Di negara berkembang yang umumnya berpenghasilan rendah proporsi populasi anak 37%, di negara berpenghasilan menengah 27% dan di negara berpenghasilan tinggi hanya 18% dari total jumlah penduduk. Besarnya proporsi populasi anak akan menambah tekanan pada pengendalian dan pencegahan pneumonia terutama pada aspek pembiayaan.
    Seluruh factor dasar di atas tidak berdiri sendiri, melainkan berupa sebab akibat, saling terkait dan saling mempengaruhi yang terkait sebagai factor risiko pneumonia pada anak. Rudan et.al 2008 melaporkan 3 kelompok factor risiko yang mempengaruhi insidens pneumonia pada anak, factor risiko tersebut adalah ;
    1. Factor risiko yang selalu ada, meliputi gizi kurang, berat  badan lahir rendah, tidak ada / tidak memberikan ASI, polusi udara dalam ruang dan pemukiman padat.
    2. Factor risiko sangat mungkin
    3. Factor risiko yang masih mungkin
    Factor risiko ini seharusnya diperhatikan secara serius dan perlu intervensi segera agar penurunan insidens pneumonia berdampak signifikan pada penurunan Angka Kematian Anak dan Balita.

    MANIFESTASI KLINIS

    Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara ringan hingga sedang , sehingga dapat berobat jalan saja. Hanya sebagian kecil yang berat ,mengancam kehidupan, dan mungkin terdapat komplikasi sehingga memerlukan perawatan di rumahsakit.
    Beberapa factor yang mempengaruhi gambaran klinis pneumonia pada anak adalah imaturitas anatomic dan imunologik, mikroorganisme penyebab yang luas, gejala klinis yang kadang-kadang tidak khas terutama pada bayi, terbatasnya penggunaan prosedur diagnostic nvasif, etiologi non infeksi yang relative lebih ringan, dan factor pathogenesis. Di samping itu, kelompok usia pada anak merupakan factor penting yang menyebabkan karakteristik penyakit berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan dalam tindakan pneumonia.
    Gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi tetapi secara umum adalah sebagai berikut ;
    1. Gejala infeksi umum
    Yaitu demam, sakit kepala, gelisah, malaise, penurunan nafsu makan, keluhan gastrointestinal seperti mual, muntah atau diare ; kadang-kadang ditemukan gejala infeksi ekstra pulmoner.
    1. Gejala gangguan respiratori
    Yaitu batuk, sesak nafas, retraksi dada, takipneu, nafas cuping hidung, air hunger, merintih, dan cyanosis.
    Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda klinis seperti pekak perkusi, suara nafas melemah, dan rhonkhi. Akan tetapi pada neonates dan bayi kecil, gejala dan tanda pneumonia lebih beragam dan tidak terlalu jelas terlihat. Pada perkusi dan auskultasi paru, umumnya tidak ditemukan kelainan.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG
    Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis pneumonia adalah ;
    1. Pemeriksaan darah perifer lengkap
    2. Pemeriksaan C- Reactive protein (CRP)
    3.  Uji serologis
    4. Pemeriksaan mikrobiologis
    5. Pemeriksaan rontgen thorax
    TATA LAKSANA
    Sebagian besar pneumonia pada anak tak perlu dirawat inap. Tetapi indikasi perawatan terutama berdasarkan berat ringannya penyakit, misalnya toksis, distress pernafasan, tidak mau makan dan mium, atau ada penyakit dasar yang lain, komplikasi dan terutama mempertimbangkan usia pasien. Neonatus dan bayi kecil dengan kemungkinan klinis pneumonia harus dirawat inap.
    Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal dengan antibiotic yang sesuai serta tindakan suportif. Pengobatan suportif meliputi pemberian cairan intravena, terapi oksigen, koreksi terhadap gangguan keseimbangan asam basa, elektrolit, dan gula darah. Untuk nyeri dan demam dapat diberikan analgetik-antipiretik. Penyakit penyerta harus ditanggulangi dengan adekuat, komplikasi yang mungkin terjadi harus dipantau dan diatasi.
    Penggunaan antibiotic yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan. Tetapi antibiotic harus segera diberikan pada anak dengan pneumonia yang diduga disebabkan oleh bakteri.
    Identifikasi dini mikroorganisme penyebab tidak dapat dilukan karena tidak tersedianya uji mikrobiologis cepat. Oleh karena itu, antibiotic dipilih berdasarkan pengalaman empiris. Umumnya pemilihan antibiotic empiris didasarkan pada kemungkinan etiologi penyebab dengan mempertimbangkan usia dan keadaan klinis pasien serta factor epidemiologis.

    KOMPLIKASI

    Komplikasi pneumonia pada anak meliputi empiema thoracis, perikarditis purulenta, pneumothorax, atau infeksi ekstra pulmoner seperti meningitis purulenta. Empiema thoracis merupakan komplikasi tersering yang terjadi pada pneumonia bakteri.
    Iltken F dkk melaporkan mengenai komplikasi miokarditis (tekanan sistolik ventrikel kanan meningkat), keratin kinase meningkat, dan gagal jantung (yang cukup tinggi pada seri pneumonia anak berusia 2-24 bulan). Oleh karena miokarditis merupakan keadaan yang fatal, maka dianjurkan untuk melakukan deteksi dengan  teknik non invasif seperti ; EKG, Echocardiography, dan pemeriksaan enzyme.

    PENCEGAHAN

    Upaya pencegahan meliputi :
    1. Imunisasi
    Imunisasi terhadap pathogen yang bertanggungjawab terhadap pneumoni merupakan strategi pencegahan yang spesifik .
    1. Non imunisasi
    Meliputi pencegahan non spesifik, yaitu mengatasi berbagai factor risiko seperti polusi udara dalam ruang, merokok, kebiasaan atau perilaku yang tidak bersih, perbaikan gizi dengan pola makan sehat, memberikan ASI. (dr. Meti Dewi Astuti)

    Majalah Hilal Ahmar | 63/IX/FEB2013 | Anak Sehat