Jumat, 01 Oktober 2010

GANGGUAN SIRKULASI DARAH

First Aid
GANGGUAN SIRKULASI DARAH
Pada tulisan  edisi ini kita akan bersama belajar apa yang disebut sebagai gangguan sirkulasi sirkulasi darah. Nampaknya sulit kita pahami istilah ini, namun sebenarnya istilah-istilah yang sering kita dengar seperti : pingsan, stroke, mati mendadak, serangan jantung dan lain-lain yang semisal, pada dasarnya berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah. Maka kita sebagai first aider sebelum memberikan pertolongan dan bantuan hidup dasar, baik apabila kita mengetahui dasar-dasar bekerjanya sirkulasi darah dalam tubuh dan akibat apa yang terjadi bila dalam sirkulasi darah tadi terjadi gangguan. Dua hal yang akan kita ketahui bersama yang terpenting adalah darah dan pembuluh darah (blood vassel) bagaimana komposisi masing-masing dan pola kerja kedua organ tadi.
Darah dalam tubuh dapat beredar dikarenakan ada pemompaan yang dilakukan oleh jantung. Jantung senantiasa memompa darah dan tak pernah berhenti memompa sampai saatnya terjadi kematian. Pemompaan darah ini akan berjalan lancer jika didukung oleh kwalitas pembuluh darah yang baik, dimana pembuluh darah ini kita ibaratkan sebagai “pipa-pipa” pendukung mengalirnya darah. Darah dipompa keluar dari jantung hingga mencapai sel-sel dan jaringan diseluruh tubuh, dan selanjutnya kembali ke jantung  setelah melewati aliran jantung –paru untuk direoksigenasi, sehingga darah kembali ke jantung dalam keadaan kaya oksigen. Nah untuk terjadinya mekanisme diatas, terdapat beberapa factor yang mempengaruhi sirkulasi darah yang perlu kita ketahui, antara lain:
  1. Volume darah dan kwalitas darah yang beredar dalam system peredaran darah.
  2. Kekuatan pemompaan dimana darah akan diedarkan.
  3. Kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kedua hal ini menentukan aliran darah dalam tubuh.
Jika salah satu dari ketiga  hal tadi terdapat masalah, maka akan menimbulkan gangguan sirkulasi darah. Marilah bersama-sama kita perhatikan satu persatu. Kita mulai dari kwalitas darah. Darah yang berwarna merah sebenarnya tersusun dari berbagai komponen yang bekerja dan mempunyai tugas sendiri-sendiri. Darah yang sering diambil oleh petugas kesehatan dan berwarna merah jika lama kita diamkan maka akan terpisah menjadi dua bagian. Satu bagian berwarna cair kuning transparan sering kita sebut dengan plasma yang di dlamnya terhimpun  berbagai zat seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan masih banyak  protein lain yang terkandung. Sedang bagian lain mengendap kita kenal dengan serum darah/sel darah. Sel darah merah sering disebut dengan istilah Haemoglobine kita ketahui  sebagai pembawa oksigen , sedang sel darah putih sebagai pelindung terhadap penyakit (infeksi), dan trombosit kita kenal sebagai zat pembekuan darah.
Pada orang dewasa, rata-rata volume darah yang beredar dalam tubuh berkisar 6 liter darah. Karena darah beredar / bersirkulasi dalam tubuh, tentunya diperlukan tekanan jantung yang cukup untuk memompa darah-darah tadi sehingga dapat mencapai seluruh area tubuh hingga sel-sel tubuh yang teramat kecil. Bagaimana supaya darah dapat mencapai bagian terkecil sel tubuh? Jawabnya jelas, yaitu tergantung dari tekanan darah (pemompaan jantung) dan kwalitas pembuluh darah sebagai jalan darah untuk mencapai sel tubuh tadi. Apabila tekanan darah terlalu rendah, tentu darah tak dapat mencapai area yang diinginkan, seperti dalam kondisi kehilangan darah yang terlalu banyak (contoh: karena patah tulang, persalinan abnormal, perlukaan dalam dll), maka organ-organ tubuh yang penting tidak akan berfungsi secara  baik, dan akan terjadi tanda-tanda penurunan kesadaran (shock). Dan ini adalah salah satu bentuk dari tanda terjadinya gangguan sirkulasi darah karena tekanan terlalu rendah.
Sebaliknya, apa yang akan terjadi bila tekanan terlalu tinggi? Jika tekanan darah terlalu tinggi dan biasanya disertai dengan pembuluh darah yang terlalu kaku karena tebal lemaknya, maka akan terjadi pecahnya pembuluh darah dan hal ini akan menyebabkan terjadinya perdarahan organ dalam tubuh. Salah satu contoh dapat kita temukan pada penderita stroke, dimana penderita stroke mengalami perdarahan dalam di bagian otak. Tentunya perdarahan ini tak dapat kita lihat, kecuali dengan peralatan medis yang canggih.
Kapan kondisi sirkulasi darah akan menurun fungsinya? Dengan bertambah usia seseorang, kondisi pembuluh darah akan mengalami penurunan/ memburuk kondisinya. Kondisi ini akan berkontribusi dalam pembentukan bekuan-bekuan kecil (clot/thrombus). Karena terdapat bekuan-bekuan kecil, bekuan ini akan mempersempit luas penampang pembuluh darah, padahal sebelumnya kondisi pembuluh darah juga sudah terdapat deposit-deposit lemak yang banyak menempel pada dinding pembuluh darah, dengan demikian kondisi  pembuluh darah akan semakin buruk. Terjadinya gangguan sirkulasi darah dimulai dari hal ini, ketika thrombus tadi menyumbat di bagian otak akan terjadi stroke, dan ketika terbawa hingga ke paru, juga akan menyumbat paru, terjadilah sumbatan di paru yang biasanya di tandai dengan sesak napas hebat yang tak segera berhenti.
Trombus yang berhenti di otak dan paru sudah kita uraikan secara ringkas . Sekarang bagaimana halnya jika thrombus ini menyumbat pembuluh darah jantung? Pembuluh darah jantung, seperti pembuluh darah lainnya juga dapat mengalami penyempitan, sehingga darah yang disuplaikan pun akan mengecil volumenya. Suplai darah yang kurang ini  akan menyebabkan terjadinya serangan jantung, diantaranya penderita mengeluh nyeri dada yang hebat (angina pectoris) dan sesak napas. Kondisi ini yang disebut dengan  serangan jantung, tak jarang karena hebatnya serangan jantung ini penderita bisa meninggal mendadak. Demikianlah sekilas tentang proses terjadinya gangguan sirkulasi darah. (Heru Pujihastono, S. Kep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar